Saat Akun Facebook Diretas
Sebuah mention di Minggu pagi masuk ke twitter saya dari teman sekolah dulu. Katanya: FBmu kok berubah nama jadi Gusa Aja. Jualan pula. Intinya seperti itu. Jdeer! Berita apa pula ini?
Alamak! Saya sudah menduga, FB saya kena hack dari penjual produk elektronik yang sangat abuse di dunia maya. Buru-buru saya hidupkan laptop. Benar saja. Saya tidak bisa login ke akun FB. Email dan password sudah diganti oleh sang peretas. Alarm bahaya meraung-raung di kepala saya.
Panik. Meski beberapa waktu terakhir saya jarang update FB, saya tetap butuh karena di sana ada ribuan kawan. Sebagian kawan lama. Sebagian kawan yang benar-benar maya. FB juga saya pakai untuk pamer foto setelah liburan.
Saya berusaha tetap tenang. Pengalaman beberapa kawan yang sudah diretas, FB mereka tidak pernah kembali. Harus membuat akun baru. Saya mencoba siap dan ikhlas dengan kemungkinan ini.
Saya lihat ada satu akun aneh yang menjadi teman di FB. Saya tidak pernah menerima dan meminta akun ini menjadi teman. Saya cek, ternyata akun ini adalah toko elektronik dunia maya. Sekadarpemberitahuan, sejak beberapa waktu terakhir saya tidak pernah meminta pertemanan di FB. Saya juga hanya menerima permintaan pertemanan dari orang yang saya kenal.
Hal pertama yang terpikir di kepala saya adalah meminta si peretas untuk mengembalikan akun saya. Tapi saya berpikir, kayaknya nggak mungkin ada maling yang mau balikkin barang yang sudah dia curi.
Toh, saya penasaran juga dengan peretas akun saya ini. Dari tag foto produk elektronik, saya menemukan nomor kontak. Saya mengirimkan pesan singkat: tertarik dengan produk yang dia jual.
Tak berapa lama, si peretas, yang akun FBnya bernama Rullah Hidayat, menelepon balik. Dia menawarkan sejumlah produk dengan harga miring. Menurut dia, barang itu asli tapi selundupan dari Singapura. Dia mengaku berdomisili di Batam. Oke, si peretas sudah ketahuan. Kepada si peretas, saya berjanji akan membeli puluhan produk. Dia antusias. Pada titik ini, paling tidak saya tahu siapa peretas akun saya.
Saya lalu minta bantuan ke beberapa kawan yang saya anggap pakar di bidang teknologi. Oleh beberapa kawan, saya disarankan menghubungi tim facebook. Saya menemukan titik terang. Saya sadar, basis layanan sosial media adalah surat elektronik. Setiap pemberitahuan terhadap perubahan identitas atau pesan keamanan pasti ada pemberitahuan ke surel ini. Beruntung, saya menggunakan email di google mail. Setiap email saya kelompokkan berdasarkan alamat pengirim. Jadi lebih gampang melihat asal email. Istilahnya di filter.
Benar saja. Ada satu email pemberitahuan dari Tim FB tentang permintaan dari satu akun surel soal perubahan nama. Dari sana, ada konfirmasi kepada pemilik email, apakah memang benar jika kita yang menginginkan perubahan itu. Di surel itu ada pilihan: jika iya abaikan. Jika tidak, ada pilihan untuk menelusuri tautan tertentu.
Saya mengklik tautan itu. Dari sana muncul pilihan: terkait kunci pengamanan. Ada dua: apakah menggunakan pertanyaan kunci atau lihat tag foto. Awalnya saya memilih tag foto. Namun di beberapa foto, ternyata justru muncul tag yang tidak jelas pemiliknya. Gagal. Nekat, saya akhirnya memilih pertanyaan kunci. Dan berhasil. FB akhirnya berhasil sembuh seperti sedia kala.
Pesan saya kepada setiap pemilik akun FB yang dibajak adalah pastikan menggunakan email yang masih aktif. Setiap perubahan terhadap akun FB pasti ada notifikasi dari Tim FB. Beberapa kawan sering tidak sadar pentingnya alamat surel. Mereka bikin email hanya untuk bikin FB atau twitter. Padahal seharusnya, bikin email yang fiks baru bikin FB. Karena basis penggunaan jejaring sosial di internet ya di email itu.
Intinya: jangan panik saat dibajak!













selamat atas kembalinya akun tersebut, dan selamat juga atas pengalaman yang diapat
selamat datang kembali,bung le..:)
iya nih..banyak bgt yg cuek sama emailnya…padahal semua kunci ada disana
hore….di tembak ulang di FB ehhh
*nyengir hahahaha
gimana ya nasib tu pedagang hape setelah kamu telpon?
tapi ga ada niatan buat jualan hape ebneran? soale respon orang2 kemarin lumayan juga..hahahaha
hore….di tembak ulang di FB ehhh
*nyengir hahahaha
gimana ya nasib tu pedagang hape setelah kamu telpon?
tapi ga ada niatan buat jualan hape beneran? soale respon orang2 kemarin lumayan juga..hahahaha
oiya foto yg pas kena hack dipasang juga.
foto sebelum dan sesudah di hack
syukurlah bro bisa balik lagi..
Ho ho…, ya ya, biasanya juga begitu, asal ndak alamat surat elektroniknya ikutan dibajak saja
.
fb gwe blm ktmu
tolong di bantu dong
akun saya direntas
kenapa saya tidak pernah masuk ke akun saya?
Padahal email dan kata sandi saya sudah benar.
bagaimana caranya saya bisa masuk ke akun saya lagi?
Padahal akun saya sudah diretas
cek di email bro. biasanya ada pemberitahuan permintaan perubahan dr tim fesbuk jika ada email baru yang meminta. dari sana tinggal ditelusuri. gampang kok caranya karena fesbuk semakin ketat untuk menjaga pengamanan usernya. gudlak!
Gilaa, 3 akunq dibjak orang..huh sbel gmana cr mengatasinya..
akun q di pakai orang buat memalsukan identitasnya :’( saya sudah melapor tapi saya tdk tau hasilnya n ap yg akan terjadi kok g ad perubahan???
http://www.facebook.com/profile.php?id=100003274483084&sk=wall ini bukan orang yg meretas facebok anda
D