Agus Lenyot

pertamina pasti tidak pas!

Posted in Kontemplasi by Wayan Agus Purnomo on Mei 28, 2010

pernah punya pengalaman buruk dengan stasiun pengisian bahan bakar umum? saya yakin anda semua pasti pernah mengalaminya. tapi entah kenapa pengalaman kamis kemarin membuat kekesalan saya terhadap instansi ini begitu memuncak.

semuanya berawal saat saya bersama kadek ridoi rahayu sedang keliling nyari telepon seluler baru. awalnya kita keliling-keliling di seputaran teuku umar. tapi ponsel yang kita cari ternyata sudah tidak keluar lagi dari pabriknya. padahal ponsel yang kami cari kriterianya sangat mudah. harganya 2 jutaan. tidak slide. tanda tombol gulir. fasilitas kameranya diatas 3,2 megapixels dan kameranya tanpa penutup. tidak terlalu tipis tidak terlalu tebal. ternyata, ponsel yang sudah kita googling tadi sudah ditarik dari pasaran.

karena sudah capek keliling-keliling dan menghabiskan tujuhribuan uang buat bayar parkir kita pun berniat untuk nonton film di kuta. namun, premium si biru genit, panggilan kesayangan si empu untuk motor yamaha matic sporty, ternyata sudah menandakan mau habis. awalnya kadek ridoi rahayu bilang, “kenapa nggak beli di teuku umar aja?” tapi saya nggak ingin beli di sana karena pernah punya pengalaman buruk.

saya pikir, “lebih baik beli di spbu imam bonjol atau sunset road, soalnya di sana kan ada stempel pasti pas!” jadilah kami berdua, terutama saya, harap-harap cemas menunggangi si genit. takut premiumnya habis tengah jalan dan mogok. kan sangat tidak lucu dorong motor malam-malam. jalan imam bonjol ternyata macet total saya pun malas menghentikan motor. apalagi sebelumnya sempat berhenti untuk motret pengemis di sana. “toh masih ada pertamina pasti pas! di sunset road dekat simpang siur,” pikir saya.

sesuai harapan saya, pompa ini kosong. saya adalah satu-satunya pengunjung, waktu itu. dua petugasnya, laki-laki yang saya tidak sempat lihat namanya,pun cukup ramah, meskipun juga tidak seramah yang diiklankan di tipi. meskipun meteran mesin menunjukkan angka nol, dia juga tidak mengatakan, “dimulai dari angka nol ya, pak.” tidak masalah, barangkali mereka terlalu lelah beramah tamah dengan pengunjung yang, mungkin, juga tidak semua menyambut salam mereka.

“berapa?” tanya petugas.
“sepuluh pak,” jawab saya. tentu maksudnya sepuluh ribu bukan sepuluh liter.
“mau kemana pak?” tanya petugas yang satu, padahal mata saya sedang memperhatikan angka meteran.
“ke galleria, mau nonton,” jawab saya sambil mengalihkan pandangan ke petugas yang mengalihkan mata ke petugas yang mengajak saya ngobrol. dalam hati saya pikir, tidak sopan rasanya menjawab tanpa memperhatikan lawan bicara (jadi tertawa membaca frase lawan bicara; mungkin lebih pas kawan bicara).

nah, pada titik inilah petaka itu, mungkin, terjadi. begitu muka saya berpaling dari petugas yang mengajak ngobrol ke meteran, dengan secepat kilat pula, petugas yang bertanya pertama mengubah meteran kembali ke angka nol.

saya baru menyadari jika premium yang diisi tidak sesuai dengan jumlah yang uang saya bayarkan. sesuai kebiasaan saya, jika membeli premium dengan harga sepuluh ribu maka bensin yang harusnya kita dapat adalah dua koma dua liter. sesuai kebiasan menggunakan si biru genit ini, volume segitu biasanya akan mencapai atau setidaknya mendekati huruf f dalam indikator tangki di sepeda motor. namun, jarum indikator ini malah asyik bertengger di strip ke dua dari bawah.

tentu saya jengkel setengah mati.

“saya akan menulis surat ke bali post,” kata saya dengan jengkel.
“iya. iya,” suara di belakang saya berusaha mengademkan hati yang sedang panas ini.

sebenarnya, ini bukan pertama kali saya dicurangi oleh petugas spbu. di kampung saya di negara, jembrana hampir semua pompa bensin yang pernah saya masuki nggak pernah mengembalikan ke angka nol saat membeli premium. di tuwed, di banyubiru, di penyaringan, di kaliakah dan pompa bensin deket pura rambut siwi semuanya membiarkan dimulai dari angka ribuan. jadi kita diminta terus waspada dan memperhatikan dengan seksama. ini berbahaya sebenarnya buat mereka yang matematikanya pas-pasan.

yang menjengkelkan, kecurangan ini dilakukan dengan pompa bensin dengan label pasti pas! padahal konon, ketika pertama kali diperkenalkan, yang berhak untuk menyandang label pasti pas di bali hanya ada dua spbu. tapi sekarang spbu dengan label pasti pas berserakan jumlahnya. sayangnya, predikat ini tidak serta merta diikuti dengan pelayanan yang sesuai standar, selayak iklan yang saya lihat di tipi. meskipun banyak juga pompa bensin yang tidak berlabel pasti pas tapi tidak melakukan kecurangan kepada pelanggan. pompa di jalan tukad pakerisan contohnya. sepengalaman saya, sekalipun tidak pernah saya dicurangi disini.

tentu, bukan jumlah yang saya persoalkan. hanya saja, ketika pompa bensin sudah berani menyandang predikat pasti pas, seharusnya sang pemilik dan petugas di sana berani bertanggung jawab terhadap profesionalitas mereka.

sepulang dari galleria, iseng-iseng saya lewat depan pompa yang tadi. saya hafalkan betul nomor spbu-nya. spbu lima empat titik delapan kosong tiga titik dua tiga di sunset road dekat simpang siur. saya hanya menghimbau, hati-hati beli premium di spbu itu. petugasnya berkedok ramah hanya untuk mengelabui pelanggan.

Iklan

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. pandebaik said, on Mei 29, 2010 at 4:27

    Wah Wah Wah… soal keluhan kan gak cukup disampaikan lewat blog saja ? bukankah ada juga nomor telp yang bisa dihubungi kalo terjadi kecurangan ? kalo gak salah tertera di SPBU-nya kok. Btw, ini peljaran buat konsumen. Saya pribadi biasanya mata tetap di meteran, soal ngobrol ya paling sambil lalu saja. He…

    • Agus Lenyot said, on Mei 29, 2010 at 4:27

      iya, pelajaran penting banget, ternyata tidak semua yang berlabel pasti pas berlaku jujur.
      saya berniat menghubungi CS-nya, tapi kan libur jumat sabtu minggu. mudah2an senin saya bisa menyampaikan keluhan ini..
      soalnya tu petugas ramah banget, diajak ngobrol, yah saya pikir akan berlanjut ke pelayanannya, ternyata tidak…

  2. bintangtimur said, on Mei 29, 2010 at 4:27

    Pengalaman yang menyebalkan pastinya ya, dibohongi sama petugas SPBU yang (katanya) Pasti Pas!
    Kalau saya pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat menerima uang kembalian. Perhitungan nominal yang tertera di meteran, dilakukan pembulatan keatas, padahal masih ada uang sekitar Rp. 500 yang harusnya diberikan kepada saya.
    Bukan jumlah uang yang jadi masalah, tapi kata-kata enteng petugas yang bilang : ” nggak ada uang kecil ” itu yang bikin saya sebel…
    Akhirnya nasihak sok tua saya keluar juga : Mbak, lain kali jangan begitu sama pelanggan, kan sudah tertera di pompa kalau pengembalian uang harus sampai dengan nominal terkecil, seharusnya petugas menyediakan uang receh buat kembalian…hehehe 😀
    Pertamina, ayo dong semua petugasnya baca posting ini!

    • Agus Lenyot said, on Mei 30, 2010 at 4:27

      di indonesia, istilah pembeli adalah raja, seprtinya belum berlaku seutuhnya.
      memang sekali-sekali harus dilaporkan mereka itu biar nggak sewenang-wenang ssama pelanggan.
      makasi udah mampir dan salam kenal…

  3. Artha said, on Juni 3, 2010 at 4:27

    wah gmna sih tuh ya petugas spbu, saya juga pernah ngalami hampir dicurangi namun karena pengawal ( istri ) saya lebih berpengalaman akan tindak kecurangan ya slalu mantengin tuh angka meteran dan cerewet klo angka meteran tidak di nol kan terlebih dahulu 😀

  4. doi said, on Juni 28, 2010 at 4:27

    akhirnya di posting juga,,mudah2n bs ditindaklanjuti oleh yg berwenang,,huhu,,saya sebel jg wktu itu,,tp serem liat uwik ngedumel,,hahaha,,
    Saya rasa banyak org juga yg mngalami hal yg sm dg pngalaman wikgus,,
    literan tak pas,, sampai mslh uang kembali..
    Kalo saya pribadi (bukan merasa ge er) suka disuit-suitin, dipandangi dg pandangan yg membuat saya merasa tidak nyaman. Entah bermaksud ramah atau ramah yg berlebihan.intinya saya tdk nyaman dg kramahan itu, dan berniiat untuk cpt2 kabur. Hehe’baru sadar,kok belum pernah ya saya diberi keramahan dg kata spaan “salam, dimulai dr angka nol”, (atau mungkin pendengaran saya kurang bagus, haha, tapi saya rasa tidak juga)
    Ketidaknyamanan dan ketidakpuasan inilah membuat saya lebih pilih2 mengisi bhan bakar. Sekalinya ditipu?ya diisi dilain spbu ajaa..
    Siplaah,,,ditunggu di media cetak ya wik,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: