Agus Lenyot

judi tidak akan mati

Posted in Kontemplasi by Wayan Agus Purnomo on Juni 24, 2010

rasanya hampir mustahil memberantas judi di negeri ini.
itu kesimpulan saya. terlalu dini memang. tapi saya mendapatkan banyak contoh kenapa saya bisa sampai pada kesimpulan ini. contohnya seperti ini;

selama piala dunia, setiap berkumpul dan nonton bareng piala dunia, hampir selalu untuk menghilangkan kantuk saya bertaruh dengan kawan yang lain. tidak besar. lima puluh ribu paling besar. kalau pertandingannya tidak terlalu minat saya, paling taruhannya dua puluh ribu. itu saya.

teman saya lain lagi. piala dunia ibarat lahan baru untuk menghasilkan uang. taruhannya sudah berada pada level lima digit setiap hari. bisa dibayangkan berapa uang yang dihilangkan dan dihasilkan selama sebulan. semakin sedikit peserta piala dunia, artinya babak semakin mendekati final, uang taruhan rasanya akan lebih besar lagi. bahkan, seorang kawan konon mampu beli ponsel pintar gara-gara menang selama piala dunia.

saya yakin, di luar sana, penggemar sepak bola fanatic pasti akan bertaruh dengan jumlah yang lebih besar. nilainya tidak lagi puluhan ribu, tapi pasti sudah jutaan atau bahkan miliyaran rupiah. rasanya itu bukan sesuatu yang mustahil. apalagi piala dunia adalah penghelatan empat tahunan yang belum tentu bisa dilihat (kematian bisa merenggut kapan saja).

ini baru di negara yang hanya menjadi penonton. negara munafik yang malu-malu tapi mau alias sering melakukan (padahal sudah ada lima agama dan lima-limanya melarang judi). di negara yang menjadi peserta piala dunia, saya yakin taruhan akan jauh lebih tinggi. karena itu menyangkut harga diri dan martabat bangsa. mereka akan bertaruh untuk negaranya masing-masing.

dan saya langsung berpikir,manusia, setiap melihat dua benda yang berada pada kubu yang berbeda lalu bertarung untuk menjadi pemenang, layak untuk dipertaruhkan. itu tidak hanya terjadi pada sepakbola. tajen misalnya. dua ayam bertarung sampai berdarah-darah. sementara manusia-manusia yang ada di sekiling mereka berteriak-teriak sambil mengacungkan uang. berharap salah satu dari ayam itu segera mati. itu tajen. paman saya sangat hobi dengan tajen.

kemudian ada olahraga tinju. saya, sampai sekarang, tidak bisa menikmati dimana letak seninya pertandingan tinju. melihat dua manusia dengan otot kekar saling memukul hingga berdara-darah. dan kakek saya girang bukan kepalang ketika melihat pertandingan tinju. ujung dari tontonan itu adalah: kakek bertaruh sejumlah uang. ini tinju dan selalu ada kesempatan untuk berjudi.

tidak hanya manusia, ayam atau sepakbola. kadang binatang yang paling mustahil sekalipun, jika sudah bertarung, layak untuk dipasangi taruhan. kali ini jangkrik. mungkin terlihat aneh. tapi di kampungku, judi jenis ini sangat menarik. penggemar jangkrik bisa mencari jangkrik hingga ke dalam hutan untuk mencari jangkrik yang berani dan besar alami. ujung-ujungnya, taruhan lagi.

rasanya, manusia selalu punya naluri untuk menjagokan sesuatu. naluri itu rasanya baru bisa terpenuhi jika ada imbalan. ini yang mungkin namanya pamrih.
jadi, apa mungkin bisa memberantas judi jika naluri untuk menjagokan sesuatu selalu ada dalam setiap diri manusia?

Iklan
Tagged with: , ,

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Agung Pushandaka said, on Juni 25, 2010 at 4:27

    Judi dalam bentuk apa pun ndak akan pernah bisa mati. Sebab, pada dasarnya, hidup ini pun merupakan sebuah perjudian. Coba anda renungkan, setiap pilihan yang anda tentukan dalam hidup anda adalah sebuah perjudian. Bahkan taruhannya lebih besar daripada sekedar uang. 🙂

  2. a! said, on Juni 25, 2010 at 4:27

    aku bertaruh, tidak ada lagi komentar setelah aku. 😀

    hidup togel!! 😀

    coba tanya ke wartawan2 kriminal, nyot. ke mana saja larinya duit togel di bali.

  3. Agung Pushandaka said, on Juni 28, 2010 at 4:27

    Kamu kalah ton, ternyata aku berkomentar. Bayar!! 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: