Agus Lenyot

merasa tua tidak selamanya jelek!

Posted in Senayan Punya Cerita by Wayan Agus Purnomo on Juli 5, 2010

menjadi yang tertua tidak selamanya jelek. itu kesimpulan yang saya petik ketika mengikuti jambore karya tunas nusantara di jatinangor tanggal satu sampai tiga juli kemarin.

tertarik dengan iklan soal jambore di forum kaskus pertengahan mei lalu, saya mencoba untuk ikutan daftar. syaratnya gampang: punya prestasi. saya pun mendaftarkan diri dengan beberapa prestasi yang tidak gemilang. pertengahan juni diberi kabar oleh panitia: saya dinyatakan berhak untuk mengikuti acara ini. tiket pesawat ditanggung panitia. saya pikir, gila juga panitia bisa mendatangkan dua ribu orang lebih dngan gratis dan dibiayai pula.

sempat deg-degan juga soalnya hingga dua hari menjelang hari h tidak ada kabar dari panitia. bukan karena takut nggak berangkat tapi karena sudah membatalkan suatu kerjaan (kerjaan artinya uang).

tapi ternyata, satu hari menjelang keberangkatan yaitu tanggal tiga puluh juli tiket pun dikirim. berangkat! di bandara saya sempat ketemu dengan kawan-kawan dari bali. jumlahnya empat belas orang. tujuh cowok dan tujuh cewek. saya tidak terlalu hafal nama mereka (maaf ya kawan-kawan). kebanyakan anak sma, sisanya anak kuliahan dan seorang guru olahraga di sekolah internasional.

buat beberapa kawan yang saya ajak, ternyata ini pertama kali mereka bepergian jauh dengan pesawat. saya garis bawahi kedua frase itu. saya sebut mereka bepergian jauh karena mereka membawa koper, padahal mereka mau ikut kemah di bumi perkemahan kiara payung, jatinangor. sementara saya memakai tas carrier. jadilah saya yang keliahatan paling backpacker.

mereka juga sepertinya pertama kali naik pesawat. alhasil, beberapa celotehan lucu keluar dari bibir kawan-kawan saya itu. “mungkin ini dulu yang saya lakukan ketika pertama kali naik pesawat. sengap!” pikir saya. karena saya termasuk paling tua di rombongan itu, jadilah orang tua kawan-kawan itu menitipkan anak tersayang mereka pada saya. “tolong dijaga ya dik,” begitu kira-kira ucapan seorang ibu yang kelihatan berat sekali melepas kepergian anak gadisnya. ini pengalaman pertama dituakan.

kawan-kawan satu camp di jambore

di bumi perkemahan, camp saya kebetulan diisi oleh kebanyakan orang banten. mayoritas dari mereka adalah anak sma. ketika saya datang ke camp, kawan-kawan sudah duduk melingkar dengan seorang pemandu yang berdiri di tengah. begitu mendengar saya dari bali, spontan mereka berteriak senang. saya merasa populer (padahal yang populer bukan saya tapi nama bali).

di camp, karena termasuk tua, saya sering diminta cerita oleh kawan-kawan. jadilah saya sering diminta cerita tentang bali. diminta untuk mengajari bahasa bali yang mudah-mudah. ternyata efek dituakan juga lumayan. digemari juga anak-anak cewek (hehehe, mungkin ini yang menyebabkan om-om senang dengan daun muda).
letak perkemahan ini juga asik. kita bisa melihat kerlip lampu dan bintang secara bersamaan. ke bawah, kita bisa melihat kota sumedang (ini kata kawan saya yang kuliah di bandung) sementara ke atas langsung melihat bintang-bintang di langit). romantis dah pokoknya!

kemah peserta di bumi perkemahan kiara payung, jatinangor


pemandu kami, seorang ambon, kami lebih senang menyebutnya bang wel dari kesatuan tni angkatan udara. padahal panitia mengharuskan kami menggunakan kata kakak-adik. orangnya tegas, galak tapi baik dan lucu. untuk menyemangati kami ketika berlomba, dia selalu bilang, “kalau kalian tidak juara, kalian saya her seminggu di sini!”

kekuatan ucapan itu sangat kuat. kami berusaha mati-matian untuk menjadi juara. jadilah kami juara pertama untuk kategori yel-yel! terima kasih bang wel! karena saya yang tertua, tidak jarang bang wel juga mengajak saya diskusi gimana cara menenangkan bocah-bocah yang kadang susah diatur. ini efek dituakan yang kedua.
efek merasa tua yang ketiga adalah ketika mengikuti outbond. dalam bayangan saya, outbond ini akan diisi dengan jalan-jalan keliling gunung di sekitar bum perkemahan kiara payung. harapan ini pastinya semakin besar mengingat yang menjadi pendamping kami adalah seorang tentara. mantap!

namun, apa daya harapan tinggal harapan. kegiatan outbond cuma diisi dengan kegiatan permainan yang menurut saya ‘sangat garing dan tidak jelas’. masa dua ribu tujuh ratus orang dibagi menjadi tiga kelompok. alhasil permainan pun menjadi sangat tidak efektif. saya, yang merasa tua, menjadi terlihat konyol berlari-larian bersama anak-anak abege. harapan akan melintasi gunung pupus sudah. ini efek dituakan dan merasa tua.

kekecewaan ini sedikit terobati. saat sedang bengong sendiri, tiba-tiba ada kawan yang nyeletuk, “garing yah,” kata kawan dari garut itu. cerita punya cerita, kita pun sepakat akan naik gunung (saya tunggu undangannya kawan!). gunung gede atau pangrango, nanti kita putuskan. yang penting, saya sudah punya teman naik gunung.

tapi diantara semua acara yang super nggak jelas itu, satu-satunya acara yang menghibur saya adalah penampilan artis-artis yang konser saat acara penutupan. ada mike juara indonesia idol yang membawakan mars karya tunas nusantara dan menyanyikan lagu indonesia raya, ada micky mantan indonesian idol yang berduet sama mike (tapi lupa nyanyi apa), ada emha ainun najib bersama kiai kanjeng dengan lagu-lagu daerah yang memikat hati, ada dik doang yang lucu, fenita arie yang cantik, joe yang kocak, ada happy salma yang membaca puisi bersama marcella zalianty.

penampilan atraktif jrocks mampu menyihir ribuan peserta jambore

yang paling ditunggu tentu penampilan jrocks. nah, saat ketika mereka konser, saya tidak lagi merasa tua. penampilan mereka malam itu sangat memukau. kemeja putih dilapis dengan batik (saya suka dengan band yang cinta indonesia). di tengah-tengah penampilan, mereka menyanyikan beberapa lagu daerah (asik!). mereka mampu menyihir kehadiran dua ribu pemuda untuk bernyanyi bersama. tidak salah jika mereka mendapat band dengan penampilan terbaik pada soundrenaline dua ribu delapan.

puncak dari kegiatan ini adalah pesta kembang api terhebat yang pernah saya lihat secara langsung. hampir selama setengah jam ratusan kembang api ditembakkan ke atas. indah. romantic. beberapa kawan yang saya lihat asik berpegangan tangan dengan pasangannya. sementara saya hanya bisa berpegangan tangan pada tiang bendera!

keesokan harinya, tepat jam subuh kita, rombongan dari bali, manado, palu, ntb dan makassar pun harus kembali ke cengkareng untuk mengejar penerbangan pertama. untuk mendatangkan kami dari bali, panitia merogoh kocek yang tidak sedikit (hahaha!). tapi saya senang dengan antusiasme kawan-kawan sma untuk mengikuti acara ini.

yah, merasa tua dan dituakan tidak selamanya jelek.

*postingan agak kacau dan nggak beraturan tanpa tema yang jelas karena acara yang saya ikuti juga nggak terlalu jelas! fyi, di belakang semua ini ternyata ada salah satu orang paling kaya di negeri ini.

Iklan
Tagged with: , ,

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Mochammad said, on Juli 5, 2010 at 4:27

    Oiya, siapa tuh? Siapa bilang nggak jelas temanya? Jelas kok. Kata orang muda, “Merasa tua tidak selamnya jelek”. Bagi orang tua, “Jangan merasa diri selalu tua, nanti cepat pikun”.

    🙂 Salam,

    Mochammad

  2. ryodimas said, on Juli 5, 2010 at 4:27

    Menjadi tua bukan lantas menjadi tidak berguna tapi bisa menjadi lebih sempurna (mungkin).

  3. Agung Pushandaka said, on Juli 5, 2010 at 4:27

    Memangnya ada ya mas, yang bilang kalau tua itu jelek? Kayanya ndak deh.. 🙂

    Okelah, kalau di sepakbola Eropa, yang muda lebih diutamakan dari yang tua. Tapi yang tua toh ndak jelek juga. *nyambung ndak ya dengan tulisan anda di atas? hehe..

  4. Cecil said, on September 10, 2011 at 4:27

    Nice and practical information. My goal is to join your website. Thnx. keep up the best perform


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: