Agus Lenyot

Tips Pacaran Jarak Jauh

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on November 24, 2011

Hentikan percakapan sebelum ada pertengkaran…

Itu yang harus dilakukan saat ngobrol lewat telepon dengan pasangan. Segera tutup telepon saat pembicaraan mulai membosankan atau jeda antar topik terlalu lama. Jangan biarkan obrolan berakhir dengan tidak mengenakkan. Atau malah berujung pertengkaran.

Hubungan jarak jauh atau istilah unyunya Long Distance Relationship memang membutuhkan ketahanan mental tinggi. Siap diledek kapan saja dimana saja. Ada yang bilang, LDR itu pacaran pura-pura. Pacaran virtual. Alibi. Setengah jomblo. Tidak jelas. Nasibnya, terutama di malam minggu tak kalah tragis dengan kaum jomblo. Menjadi bahan ledekan.

Tetap harus diingat juga kebahagiaan itu tidak mesti selalu kita dapat dari pasangan. Atau hanya bersama pacar. Prinsip pacaran, bahagia bersama pacar tapi tetap nyaman ketika sendirian. Kalau membutuhkan pacar setiap saat, ya pacaran jauh menjadi mustahil. Sayang kan mesti putus kalau tiba-tiba pacar ketiban durian runtuh dapat beasiswa luar negeri? Ada teman yang selalu galau kalau tidak ketemu pacar. Postingan di jejaring sosial itu selalu keluhan tentang pacar. Aneh. Pertanyaanku, apa tidak punya kehidupan selain pacaran?

Pacaran dengan segala macam janji manis, ucapan sayang kamu setiap saat juga tidak selalu sehat. Bahkan, ketika diucapkan dengan frekuensi tinggi, “aku sayang kamu” akan mengalami distorsi makna. Jangan ucapkan dia berkali-kali. Cukup ucapkan sekali-sekali. Bukankah kita semua menyenangi cinta karena misteri? Kalau diucapkan terlalu sering justru rasanya akan hambar. Tawar. Tanpa makna. Ceilah…

Kiat untuk menjaga hubungan jarak jauh adalah komunikasi dan kepercayaan. Setiap hubungan, baik pertemanan atau perpacaran kuncinya adalah kepercayaan. Kita memberi kebebasan sekaligus membebankan tanggungjawab suatu hubungan. Tanggungjawabnya apa? Yang sama-sama menjaga hubungan itu tetap awet. Caranya bagaimana? Ya itu tergantung bagaimana gaya pacarannya. Gaya dada, gaya punggung atau gaya anjing (aku ngomongin apa sih sebenarnya?).

Soal hasil akhir, ya tergantung pribadi masing-masing. Yang memiliki komitmenlah yang akan bertahan. Itu modifikasi teorinya Charles Darwin. Jerapah berleher panjanglah yang akan hidup. Tidak ada lagi tuh cerita pacaran saling mengikat dan membatasi. Pacaran yang baik itu kan bisa membuat kita tumbuh, melakukan dan berkembang sesuai pribadi masing-masing (bukan berkembang biak lho ya). Tidak saling mengubah tapi bisa saling menginspirasi. Bisa juga saling mengisi satu sama lain (halah, kalimat ini nggak enak banget kalau dipikir lebih jorok :p).

Nah, komunikasi menjadi hal mutlak dalam hubungan jarak jauh ini. Ini yang pengen aku tekankan di tulisan ini. Media ini macam-macam jenisnya. Ada jejaring sosial seperti twitter atau facebook. Ada Skype ketika kangen sudah memuncak. Ada Yahoo Messenger bagi yang lebih doyan chatting. Di era ketifatulansembiringin ini, keawetan pacaran jarak jauh sangat tergantung apa pelakunya melek teknologi atau tidak. Plus koneksi internet. Makin katrok, pelung hubungan berakhir makin tinggi.

Lewat berbagai medium ini, kita bisa melakukan banyak hal bareng. Di twitter, kita bisa saling berbalas kicauan. Di facebook kita bisa komen status. Di skype kita bisa karaoke bareng. Kalau mau menari telanjang ya monggo, asal dilakukan di ruang tertutup dan sudah merasa berani bertanggungjawab. Sex by phone juga bisa dilakukan kok. Aman dan tidak berisiko. Soal halal haram, mari kita tunggu fatwa saja.

Intinya jarak tidak membuat kehilangan kesempatan untuk berkegiatan bareng-bareng. Kebersamaan itu tidak selalu kebersamaan lokasi, tetapi juga kebersamaan waktu kan?

Aku pernah mengkombinasikan pacaran lewat dua jejaring sosial. Kami karaoke bareng lewat Skype lalu menuliskan lirik di twitter. Kelihatan norak emang tapi menyenangkan kok. Ya lebih baik sih daripada Cuma ngegalau di twitter. Apalagi sampai meratapi kejombloan.

Tapi yang mesti tetap diingat, semua obrolan dilakukan sesuai porsi dan tidak berlebihan. Ngobrol itu pasti memiliki batas jenuh. Sama seperti pacaran. Selalu akan menemukan titik bosan. Lalu apa yang mesti dilakukan? Tentu saja kita harus mengalihkan ke kegiatan lain.
Semuanya tergantung selera. Yang pasti, saya ingin mengingatkan, berhentilah berbincang ketika topik pembicaraan sudah habis. Jangan terlalu sering berucap gombal kepada pacar sendiri apalagi pacar orang lain. Lho?

Soal obrolan di telepon, pengalaman membuktikan, durasi perbincangan terlalu lama justru tidak baik. Awalnya memang menyenangkan. 10 menit pertama masih bisa ketawa-ketawa. Sepuluh menit berikutnya, frekuensi tawa mulai menurun. Setelah kehilangan topik, biasanya akan lebih banyak diem atau pengulangan pertanyaan yang sudah-sudah. Garing banget kalau sudah seperti ini.

Daripada buang-buang pulsa, lebih baik segera tutup telepon. Ucapkan selamat tidur dan tidurlah. Atau lanjutkan dengan sms. Percayalah, kata-kata itu memiliki sejuta makna.

Pesan terakhir, jangan lakukan kegiatan lain jika alasan menutup telepon adala sudah ngantuk. Nanti dikeplak pacar :p

Iklan
Tagged with: ,

10 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kadekdoi said, on November 24, 2011 at 4:27

    *KEPLAK!!! *KAMPLOONG!! *KAMPLOONG!! >_<
    PANTESAN NGAKUNYA KIAP AJA, DASAR PATKAE!!!
    #gasante #ngajakBerantem #emosi #tapiTetepCantik #Kibasponi

  2. imadewira said, on November 25, 2011 at 4:27

    hmmm….

  3. via maheswari said, on November 25, 2011 at 4:27

    Haahaha harus ditiru nih 😀

  4. Sheed Bientang said, on Desember 12, 2011 at 4:27

    Wuaaaaaaaaa!! Keren tipsnyaaaa!! Tengkyu serebu udah di share!!

  5. mandhara said, on Februari 4, 2012 at 4:27

    perasaan jerapah berleher panjang yang bertahan itu bukan teori darwin -_-‘

  6. winda said, on Februari 19, 2012 at 4:27

    tips yg baguz

  7. Seno said, on Juli 6, 2013 at 4:27

    RIngan n okeee…

  8. Ni made ayu purnami said, on Juli 21, 2013 at 4:27

    LDR memang butuh kepercayaan dan komitmen masing 2 pasangan namaun adakalanya kita jg membutuhkan seseorang yang bisa menjadi tempat curhat. Nah dari situ lah muncul perselingkuhan. .. dan jg kebanyakan selingkuh di lakukan karna kita mulai bosen dgn pasangan kita.

  9. Istanamurah said, on Juli 25, 2015 at 4:27

    langsung sejenak pengalaman pribadiku nih pacaran lewat jarak jauh, tapi itu dulu.. hehe

  10. Rizki amelia putri said, on September 24, 2015 at 4:27

    Bagus banget tips nya.. aku tadinya bukan LDR kita udah saling deket 1 tahun tapi baru jadian juli kemarin, orang tua masing” sih udah pada tauu.. tapi sekarang dia pindah ke jogja, nah kalau voice call an sama dia tuh banyak krik”nya soalnya sumpah jadi balik lagi kaya orang bego belum pernah pacaran:v jadi linglung mau bahas apa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: