Agus Lenyot

Mengenang Gus Dur dengan Tawa

Posted in Kontemplasi by Wayan Agus Purnomo on Januari 4, 2012

Jujur saja, aku tidak tahu banyak tentang Gus Dur.

Suatu ketika di tahun 1999. Aku berangkatlah ke sekolah. Hari penerimaan raport. Aku berangkat dengan sepeda motor butut ke Jalan Denpasar Gilimanuk. Di jalan inilah, aku menumpang angkutan umum ke sekolah. Tapi, suasana pagi itu sangat pikuk. Pohon-pohon bertumbangan di sepanjang jalan. Mobil tidak ada yang melintas. Aku melihat tulisan pada sebuah tembok: Turunkan Gus Dur! Gus Dur presiden buta. Rupanya, masyarakat Bali kecewa dengan kekalahan Megawati dalam pemilihan presiden.

Saat itulah pertama kali aku tahu nama Gus Dur. Sejalan bertumbuhnya usia, aku semakin rutin mendengar namanya. Dia presiden, mengalahkan Megawati, lalu diturunkan dengan paksa. Bukunya juga tidak pernah aku baca. Itu saja. Nyaris aku tidak memiliki kekaguman pada tokoh yang satu ini. dulu.

Namanya mulai mencuat lagi saat riuh kontroversi goyang ngebor Inul Daratista. Waktu itu aku sudah SMA. Gus Dur menjadi salah satu tokoh yang membela Inul. Hanya sedikit cerita yang aku tahu tentang tokoh fenomenal ini. Lalu Gus Dur wafat. Banyak yang menangisi kepergiannya. Tetapi, malam kemarin, di kediaman Ketua MK, Mahfud MD, sisi lain Gus Dur mengusik kekagumanku.

Ada banyak tokoh di sana. Semuanya mengenal Gus Dur dengan baik. Misalnya mantan Ketua PBNU, Hasyim Muzadi, istri Gus Dur, Sinta Nuriah, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung dan beberapa komedian dan budayawan macam Sudjiwotedjo, Tarzan dan Kadir. Semuanya hadir untuk bercerita tentang Gus Dur, dari sisi humor. Tidak seperti acara kenangan yang muram, acara kemarin penuh gelak tawa. Termasuk aku sendiri.

Mahfud menceritakan pengalamannya dengan Gus Dur. Suatu ketika, Gus Dur bercerita, “Dalam Islam, anak Ibrahim yang dikorbankan adalah Ismail. Padahal menurut Yahudi, yang dikorbankan adalah Ishak. Yang bener yang mana, Gus?” Seseorang bertanya padanya.

Gus Dur menjawab dengan santai, “Lha, keduanya kan nggak jadi disembelih, untuk apa kalian ribut?” Aku yang tidak mengerti kisah tentang agama ini, mau tak mau ikut tertawa.

Hasyim Muzadi brkisah humor lain yang diceritakan Gus Dur. Suatu ketika seorang peneliti bercerita di daerah Madura. Peneliti ini bercerita kepada warga setempat tentang pesawat ulang alik yang terbang ke luar angkasa. Pesawat ini rencananya akan diterbangkan ke bulan.

Seorang penduduk bertanya, “Kenapa tidak terbang ke matahari?” Si peneliti menjelaskan, matahari sangat panas kalau didekati dalam jarak teramat sangat. Si warga dengan antusias bertanya, “Kenapa tidak berangkat malam, lalu pulang subuh seperti Rasul?” Aku tertawa terbahak-bahak mendengar humor ini.

Banyak humor Gus Dur yang diceritakan malam itu. Semuanya disajikan dengan bahasa jawa timuran. Humornya sarat muatan kritik tanpa ada tendensi menyakiti orang lain. Kalau toh ada yang tersakiti, Gus Dur dengan santai menjawa, “Gitu aja kok repot.” Kutipan Gus Dur yang begitu melegenda. Meskipun tidak terlalu paham dengan bahasa Jawa, aku ikut tertawa dengan lontaran-lontaran ala Gus Dur.

Gus Dur itu kontroversial. Suatu ketika dia bercerita, “Presiden Soekarno gila wanita, Soeharto gila harta, Habibie gila teknologi. Nah kalau saya, yang milih saya jadi Presiden gila semua.” Semua yang hadir tertawa terbahak-bahak.

Itulah Gus Dur. Dulu, bersama Kadek Ridoi, aku pernah membaca buku humornya di toko buku. Aku menyesal mengenalnya begitu terlambat.

Iklan
Tagged with:

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Christian Adiputra (@ChrisAditra) said, on Januari 4, 2012 at 4:27

    Ae Nyot. awak mase kasep nawang i Gus Dur. Pidan jek ne jelek2 gen bakat inget, tapi dugas ye sing nu jek mare nawang ye te bagus n hebat ajan. Ape buin kiprah ye tentang nasionalisme/pluralisme Nyot. Jek mantep gati puk. Jaman jani be bedik ne care gus Dur. Salut jak ye. 🙂

  2. kadekdoi said, on Januari 4, 2012 at 4:27

    hahaha iyaaa…..
    keren memang beliau, aku dulu baca buku humornya aja ampe ngakak-ngakak ga jelas 😀

    lelaki cerdas nan romantis 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: