Agus Lenyot

Nama Alias Lelaki Bali

Posted in Bali by Wayan Agus Purnomo on Januari 20, 2012

Mengapa kebanyakan lelaki Bali memiliki nama alias?

Tulisan ini ringan saja. Oke, jadi kali ini aku akan bercerita tentang diriku dan sedikit orang-orang yang kuketahui. Tentang lelaki Bali. Ide ini terlintas begitu saja ketika aku ngobrol dengan seorang kawan di DPR. Dia bertanya, kenapa namamu Lenyot? Agak bingung juga jawabnya. Kenapa ya? Aku sendiri balik bertanya.

Nama ini sendiri sudah disematkan, ceilah, sejak kelas 6 SD. Sudah bertahun-tahun. meskipun kedengaran aneh, nama ini tidak mengganggu. Bahkan, orang yang memanggilku dengan nama ini sudah meninggal dunia. Jadi, kenapa dia memanggilku “Lenyot” sudah tidak bisa dijelaskan lagi dan memang tidak perlu diperjelas. My name is Le, Lenyot!

Bahkan dengan bangga kupakai sebagai nama Fesbuk, Twitter dan juga surat elektronik. Sama sekali tidak mengganggu. Paling aku sendiri agak bingung ketika harus menjelaskan kepada orang apa makna nama aliasku ini. Dan setiap pertanyaan itu muncul, aku juga tak bisa menjelaskan.

Lelaki Bali, khususnya tentang sifat mereka atau kami, beberapa waktu lalu memang sudah sempat dibahas di Bale Bengong. Ada yang bilang manja, jago kandang atau pemalas. Sebagian benar. Sebagian tidak. Agak susah kita menggeneralisir banyak kepala dalam satu sifat. Seperti kata pepatah Bali, clebingkah beten biu, gumi linggah ajak liu. Semakin banyak orang tentu saja makin beda sifatnya.

Sayang aku tidak sempat mengkompilasi. Mudah-mudahan admin yang ganteng dan cantik sempat mengkompilasi. Tapi, di tulisan ini aku tidak akan membahas mengenai sifat. Kali ini aku ingin bercerita tentang nama alias yang justru kadang tidak dapat dijelaskan apa maknanya.

Di kampungku, Moding, laki-laki memang lebih dikenal dengan nama alias. Pernah dengar nama Nanoq da Kansas? Itu seniman yang sekampung halaman denganku. Penyiair yang sudah populer kemana-mana. Di kampungku, dia justru dipanggil Nanok Kaca. Kenapa? Karena dia pakai kacamata. Nama aslinya? Aku sendiri tidak tahu.

Tapi nama alias biasanya muncul karena kebiasaan atau identitas unik yang melekat pada yang bersangkutan. Misalnya ada kawan mainku di kampung yang sering NGELEL (What the meaning of ngelel?) Yup, aku tidak tahu bahasa Indonesianya. Tapi yang pasti, Ngelel adalah lidah menggelantung seperti anjing yang menunggu diberikan nasi oleh sang majikan. Oleh kami semua, akhirnya dia dipanggil Dek Elel. Nama aslinya sendiri, Kadek Juliana. Jauh ya?

Adik sepupuku, lebih akrab disebut Gede Bima. Barangkali karena badannya yang memang besar. Di pewayangan, tokoh ini memang diidentikkan dengan badan besar dan kuat. Adikku ini perawakannya memang seperti itu. Sejak kecil dia sudah punya bakat berbadan besar. Tak heran, baru kelas 3 SMP tinggi badannya sudah mendekati 180 cm. Nama aslinya? I Putu Sarjana. Nggak nyambung!

Lucunya, nama alias ini kadang nggak ada yang beres di telinga. Aneh dan memang tanpa makna. Orang seenak saja memberikan dan seenaknya pula terus memanggil kawannya dengan nama yang aneh itu. Ada yang senang ada pula yang tidak senang. Baiklah, aku sebut saja beberapa nama alias kawanku yang aku kenal. Dedok, Mami, Baglor, Granat, Dimpil, Bracuk, Koplar, Berig, Ateng, Asin, Nanok, Runjit dan sebagainya. Semua nggak ada artinya. Itu barangkali nama-nama yang masih beredar di kampung. Barangkali kawan-kawan punya teman yang nama aliasnya jauh lebih aneh dibandingkan di atas. Silakan berbagi.

Ini ada beberapa kawan-kawan di dunia nyata dan dunia maya yang aku tahu punya nama alias. Misalnya, Putu Hendra Brawijaya aka Saylow, Putu Agus Sumberdana aka Tulang, Made Arsana Putra aka Bodrex, Wayan Suardana aka Gendo, Anak Agung Krisna Murti aka Nova, Ngurah Suryawan aka Bebek, dan Putu Adi Widiantara aka Memble. Jerinx, drummer Superman is Dead juga merupakan nama alias. Barangkali karena rambutnya yang selalu mejujuk alias berdiri tegak. Nama aslinya? Hanya sedikit orang yang tahu.

Begitulah, aku sendiri tidak tahu mengapa lelaki Bali kebanyakan punya nama alias. Tapi aku kira, sebagian muncul karena sifat. Ada pula karena kebiasaan. Bisa juga karena kesenangan. Atau yang lain karena kemiripan dengan tokoh tertentu. Ada juga untuk keren-kerenan. Tapi, nama alias itu datang seiring kedewasaan. Tsaah!

Jadi, apa nama aliasmu wahai lelaki Bali?

Iklan
Tagged with: ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. a! said, on Januari 23, 2012 at 4:27

    hahaha. jangan2 nama alias hanya karena kalian tidak pede dg nama pemberian orang tua. 😀 *lalu disepekang

  2. Nama Alias Lelaki Bali | Bale Bengong said, on Januari 23, 2012 at 4:27

    […] diambil dari blog Agus Lenyot. ← Penglipuran, Desa Bali […]

  3. kampoeng ilmu said, on Februari 1, 2012 at 4:27

    nama “Erik, alias pacul, alias kutu, hehehe 😀

  4. Bgs Kesuma Yudha said, on Februari 4, 2012 at 4:27

    Baru sadar ternyata nama alias sudah banyak yg make di Bali ya? Yah, biarlah, mungkin biar memudahkan sewaktu diingat & dipanggil. Satu pertanyaan lagi, Lenyot itu nama asli kan? 😉 just ask. Salam.

    • Agus Lenyot said, on Februari 5, 2012 at 4:27

      Buahahahah, Lenyot itu nama panggilan juga dan tidak memiliki makna apa-apa :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: