Agus Lenyot

Tips LDR di Dunia Maya

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Februari 13, 2012

Jarak itu bukan hanya angka. Jarak itu soal rasa, juga asa.

Tulisan ini agak berbau curhat. Aku ingin mengatakan, kita beruntung lahir di tengah hiruk pikuk teknologi. Hidup di tengah gempuran internet dan teknologi komunikasi dari segala lini. Kita mesti bersyukur, hanya bermodalkan uang satu juta, teknologi di tangan dan dunia dalam genggaman. Dunia seakan-akan dikendalikan oleh jempol tangan. Kita dimudahkan dalam segala hal. Jarak seolah-olah bukan masalah serius di ranah dunia maya.

Saat ini aku menjalani hubungan jarak jauh. Bahasa unyunya, long distance relationship alias LDR. Sudah mendekati angka setengah tahun. Kebetulan aku diterima bekerja di sebuah media di Jakarta. Sementara pacarku masih menyelesaikan kuliah di sebuah universitas di Bali. Ada jarak sekitar 1000 kilometer yang terbentang di antara kami. Masing-masing memerlukan 500 ribu langkah harus ditempuh jika kami ingin bertemu di tengah-tengah.

Syukurlah, kami termasuk generasi yang melek teknologi. Kami nyaris eksis di semua lini. Gaul istilah anak muda zaman sekarang. Kami aktif hampir di semua jejaring sosial yang sedang tren. Facebook, Twitter, Yahoo Messenger, Skype atau menjadi blogger. Konsumtif? Iya. Kami sadar belum sampai pada tahap menciptakan. Jujur saja, kehadiran berbagai jejaring sosial ini memudahkan kami menjaga relasi dan koneksi. Jarak boleh saja adalah kendala meski pada akhirnya bukan yang pertama dan utama.

Lalu apa guna eksis di jejaring sosial ini? Tentu saja ini untuk memudahkan kami saling berkomunikasi. Juga saling mengawasi. Jejaring sosial, percaya atau tidak adalah bagian eksistensi dan simbol kepercayaan diri. Berlebihan? Aku harap tidak. Beruntungnya, sejauh ini kami bukan pasangan yang saling membatasi. Aku memberikan kepercayaan penuh kepada dia untuk mengembangkan potensi diri. Selalu ada saling dukung diantara kami untuk mencapai yang kami ingini.

Kami tak menetapkan larangan untuk bersosialisasi dengan berbagai tipikal orang. Namun, ada batasan-batasan yang mesti kami jaga. Bagaimanapun kami diikat dengan komitmen yang namanya pacaran. Ada kebebasan ada tanggungjawab yang harus dijaga. Kebebasan ini juga diberikan sepenuhnya kepadaku.

Tips Komunikasi Jarak Jauh

Meskipun terpisah jarak, teknologi itu mendekatkan manusia. Kuncinya: komunikasi. Kita harus percaya pada kekuatan kata-kata. Itulah kenapa sms, tidak akan pernah mati walau teknologi menyediakan panggilan video. Tulisan, entah lewat sms, jejaring sosial atau blog akan abadi dan bisa dinikmati kembali kapan kita mau. Komunikasi tak berarti melulu berbincang dan tatap muka bukan?

Walau ada jarak dan ruang membentang, ada banyak hal yang tetap bisa dilakukan bareng-bareng. Tentu secara kuantitas tidak mungkin sesering ketika bertemu secara fisik. Kegiatan bareng itu memang dibatasi waktu dan keadaan. Karena itulah kita wajib berterima kasih pada Mark Elliot Zuckerberg dan Jack Doorsey. Dua pemuda brilian ini berperan begitu besar dalam relasi dunia maya kita hari ini.

Ada jarak terentang, iya. Itu halangan? Mungkin. Tapi tetap ada banyak hal yang mendekatkan kami. Suatu ketika dulu kami pernah bernyanyi bareng via Skype. Teknologi yang memungkinkan kami tetap bisa saling memandang dari kejauhan lewat layar komputer. Salah satu dari kami melontarkan ide yang sebenarnya agak sedikit gila. Bagaimana kalau karaoke bareng? Kebetulan kami memiliki minat terhadap musik dan musisi yang hampir sama. Jadilah selama hampir dua jam kami menyanyikan lagu EndahnRhesa, Dialog Dini Hari dan Nosstress.

EndahnRhesa rasanya pasti semua kenal. Mereka adalah duet suami istri dari Jakarta yang sudah mengeluarkan dua album. Duet musisi yang mampu mengubah akustik yang awalnya hanya dinikmati dengan goyangan kaki menjadi histeria massal. Sedangkan, Dialog Dini Hari dan Nosstress adalah dua band folks dari Bali. Lirik mereka bercerita tentang hidup, sahabat dan cinta yang tidak cengen dan apa adanya. Kebetulan personel musisi-musisi ini kami kenal baik. Akhirnya kami bernyanyi dan berdendang bareng dengan saling menatap wajah masing-masing. Menyenangkan dan menghibur. Sekaligus obat kerinduan.

Tapi kami merasa belum lengkap jika hanya bernyanyi berdua lewat Skype. Kami bersepakat untuk menuliskan lirik lagu yang kami nyanyikan bersama-sama di Twitter. Jadilah kami mengunggah lirik demi lirik bergantian dan berurutan. Bagi yang hanya mengikuti salah satu dari kami pasti bingung membaca linimasi. Namun, banyak kawan ternyata menaruh atensi pada tingkah kami. Mungkin ada yang salut, trenyuh, iri atau juga kasihan. Kami tak peduli. Kami ingin berkata, jarak itu bukan soal jika bisa memakai teknologi dengan tepat. Bukankah ini bagian dari eksistensi dunia maya?

Selain berkomunikasi dengan Skype, kami juga berkomunikasi dengan Twitter. Ini yang rutin kami lakukan. Memang sih lebih banyak berbincang lewat Direct Message. Di antara kami ada semacam konsensus, tidak perlu mengumbar kata-kata romantis berlebihan di jejaring sosial. Biarlah itu hanya menjadi urusan pribadi dan dilakukan lewat jalur privat. Lewat mention Twitter, kami justru lebih banyak saling mengejek. Tentu tidak maksud jahat. Hanya dalam konteks bercanda.

Ada lagi jejaring sosial yang lain, Facebook. Tetapi, kami sudah terlalu aktif di jejaring social ini. Dulu karena terlalu banyak yang berjualan dan menandai foto berbagai macam alat elektronik kepada kami. Apalagi, akunku pernah diretas oleh seseorang. Jejaring ini kami lihat lebih banyak digunakan untuk memaki, mengeluh dan berkata-kata kasar. Hanya sesekali waktu kami berkunjung, saling menyapa dan berbagi tulisan blog di sini.

Media lain yang kami gunakan untuk saling berkomunikasi adalah blog. Dulu pacar saya tidak terlalu aktif menulis. Tetapi beberapa waktu terakhir justru dia yang lebih banyak bercerita lewat kata-kata. Media ini memang tidak kami gunakan untuk berdialog. Ini hanya semacam catatan kehidupan untuk saling mengetahui aktivitas masing-masing. Lebih semacam kontemplasi dan ajang autocurhat.

Terakhir, hulu dari semua jejaring sosial dan teknologi di internet adalah surat elektronik. Kadang ada semacam kerinduan yang perlu disampaikan lewat surat cinta. Kami adalah generasi yang sudah tak lagi mengenal surat cinta atau sahabat pena. Kehadiran komputer dan internet secara perlahan mengubah medium kertas menjadi keybord, layar komputer dan laptop.

Kadang kami mencoba untuk berkirim kabar dengan tulisan agak panjang di media ini. Isinya apa saja? Hahaha, itu rahasia kami berdua. Beruntung dua penyedia layanan surat elektronik seperti Yahoo dan Google Mail menyediakan fasilitas untuk chatting dan berbincang-bincang. Sekali waktu kami memanfaatkannya untuk saling berkomunikasi.

Begitulah, rasanya ada banyak media di internet yang bisa dipakai untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kita menemukan teman dari masa lalu. Kita bersua dengan banyak kawan baru. Sederhananya, masa lalu, masa kini dan masa depan ada di tangan kita. Tergantung seberapa cerdas kita memakai teknologi.

Tentu saja, bagaimana kuantitas komunikasi via dunia maya ini sangat tergantung dengan kualitas layanan yang diberikan oleh penyedia jasa seperti Axis ini. Jangan heran, pada kondisi tertentu linimasa penuh dengan makian kepada berbagai provider akibat leletnya laju internet. Ini seharusnya menjadi tantangan bagi provider untuk memperbaiki kualitas layanan dan jaringan. Masa depan manusia hari ini, sebagian besar juga ditentukan oleh internet yang disediakan provider. Demikian…

Iklan

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. iwan sumantri said, on Februari 14, 2012 at 4:27

    Mantap tulisannya….sukses buat semuanya!
    Salam Kenal Dari One SM

    http://iwansmtri.blogspot.com/2012/01/eksis-dengan-internet-untuk.html

  2. Feri said, on Februari 14, 2012 at 4:27

    hahahahaa…percayalah dengan profesi sekarang jauh itu lebih membantu pekerjaan dibandingkan berdekatan hehehe

  3. kadekdoi said, on Februari 15, 2012 at 4:27

    Reblogged this on RUMAH DIKSI and commented:
    Tulisan ini mampu menuliskan yang tak bisa disampaikan oleh perkataan…

  4. kadekdoi said, on Februari 15, 2012 at 4:27

    kadang-kadang ngerasa konyol…
    tapi kalo dikenang manis juga :’)
    makasi ya…
    semoga cinta kita direstui signal, biar tetap eksis hehehe…. #ecieee
    #jedotinKepalaKeTembok
    #BerasaGalaw

  5. xtha_lita said, on Februari 15, 2012 at 4:27

    tulisan yang menggugah dan menginspirasi… mengingatkan tentang kekuatan komunikasi. Jarak pun nggak jadi masalah… ^_^

  6. rofiqi hasan said, on Februari 21, 2012 at 4:27

    belum teruji, belum terbukti…

  7. arfan said, on April 13, 2012 at 4:27

    promosi axiz akhirnya…
    hahahahha

  8. […] mengutip kalimat Agus Lenyot pada sebuah tulisan lawas favoritku tentang tips LDR YANG TERNYATA PROMO PROVIDER #NyebakGoarGoar “Meskipun terpisah jarak, teknologi itu mendekatkan manusia. Kuncinya: […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: