Agus Lenyot

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Posted in Kontemplasi by Wayan Agus Purnomo on Mei 4, 2012

Aku baru menyadari arti penting pendidikan sejak berumur 20an tahun. Aku lupa persisnya. Apakah awal kuliah atau akhir-akhir kuliah.
Sebagai bocah yang dibesarkan di kampung, arti penting pendidikan hanyalah untuk mendapatkan ijazah. Oke, mungkin yang aku maksud adalah pendidikan dalam arti yang amat sempit yaitu sekolah. Sekolah, sejak dulu adalah fase yang menyiksa. Menyita waktu bermain dan merampas waktu liburan. Bahkan sejak kecil aku terlalu sering berdoa agar guru-guru waktu itu kena diare, mencret, sakit perut atau apalah yang membuat mereka tidak datang ke sekolah.

Entahlah, sekolah sejak dulu hingga sekarang bukan proses yang menyenangkan. Sejak SD hingga SMA, nyaris sebagian besar waktu yang kuhabiskan di sekolah lebih banyak dilalui tidak dengan riang gembira. Menyiksa dan penuh tekanan. Kecuali ketika SMA, saat aku mulai mengenal gebetan dan lawan jenis. Datang ke sekolah dengan semangat menggebu-gebu. Barangkali, cuma inilah alasan kuat kenapa sekolah menyenangkan.

Balik soal pentingnya pendidikan. Di kampungku, tamat sekolah semacam menjadi syarat untuk bisa memulai pernikahan. Sederhananya, orang bisa menikah setelah tamat sekolah. Entah SD, SMP atau SMA. Satu temen SD langsung menikah ketika lulus SD. Artinya usianya waktu itu sekitar 12-13 tahun.

Teman SMP juga banyak yang langsung kawin setelah lulus. Begitu juga SMA. Kawin setelah lulus adalah berkah. Tapi hamil saat sekolah adalah musibah. Dan ijazah menjadi salah satu syarat berlangsungnya perkawinan. Itu yang aku pikirkan dulu. Hingga saat ini, diantara beberapa teman SD, hanya ada sekita 2 orang yang belum menikah, termasuk aku. Maklum, di kampung menikah dalam usia belasan relatif wajar.

Kembali lagi soal pendidikan. Waktu kecil, cita-citaku begitu sederhana. Maklum, anak kampung. Profesi yang aku tahu hanya polisi, tentara, arsitek, dokter atau pengacara. Inilah cita-cita yang pernah aku minati dulu. Termasuk ketika aku memutuskan untuk memilih jurusan saat kuliah; hukum.

Pada titik kuliah inilah, aku merasa pendidikan membuka banyak hal untuk kehidupanku. Aku akhirnya tahu bahwa ada begitu banyak profesi yang bisa dijadikan pegangan untuk hidup. Tidak hanya profesi konvensional yang selama ini dicekcoki oleh orang tua kita. Tidak perlulah aku sebutkan jenis pekerjaan itu. Teman-teman yang bergaul dengan banyak kalangan, pasti tahu pekerjaan yang aku maksud.

Selain itu, aku sadar bahwa sekolah bukan hanya soal mengejar ijazah dan syarat perkawinan. Aku tahu bahwa kuliah adalah proses refleksi diri, melawan ego dan mengisi diri dengan pergaulan seluas-luasnya. Karena aku bukan orang yang termasuk pintar akademis, aku lalu memilih berorganisasi. Aku memutuskan menunda kelulusan, suatu pilihan sadar yang pernah kusesali tapi lebih banyak memberikan manfaat.

Aku juga sadar, nilai di Indonesia adalah tujuan akhir. Sesuatu yang secara sadar merusak sistem. Orang berlomba-lomba mendapat hasil akhir baik tanpa memperhatikan proses yang jujur, bermartabat dan memperhatikan integritas. Bahkan, hingga saat ini aku selalu berpikir, nilai adalah kuantitas. Bukan identitas yang menunjukkan kualitas seseorang. Nilai hanya soalan besaran angka-angka yang bisa dimanipulasi atas nama gengsi dan harga diri.

Aku pernah merenungi diri kenapa kuliah lama. Tapi akhirnya aku sadar, pendidikan jauh lebih berharga ketimbang lulus cepat, bekerja untuk diri sendiri dan melupakan dinamika social. Pendidikan hanya akan direndahkan jika mahasiswa berperilaku picik dan egois.

Aku percaya bahwa generasi muda yang mengisi negeri ini adalah mereka yang peduli, mereka yang berbagi dan mereka yang bekerja untuk orang banyak. Mereka bekerja untuk masa depan. Mereka yang percaya kejujuran adalah sesuatu yang alamiah, mereka yang percaya korupsi adalah pekerjaan hina. Pendidikan sudah selayaknya mengajarkan ini.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: