Agus Lenyot

Sediakan Alasan Sebelum Kegagalan

Posted in Kontemplasi by Wayan Agus Purnomo on Juni 8, 2012

Mungkin lebih tepatnya menyediakan alasan sebelum kegagalan adalah mencari kambing hitam. Aku bisa jadi termasuk orang seperti ini. Setiap melakukan sesuatu, terutama saat mengikuti kompetisi, aku selalu berpikir, “Kalau nggak menang, nanti bikin alasan apa ya?” Apakah sebagian besar orang memiliki kecenderungan seperti ini? Aku tidak tahu.

Konteks dalam tulisan ini adalah pembenaran terhadap tidak terisinya blog dalam beberapa waktu terakhir. Tentu saja aku sudah menyediakan dan menyiapkan beberapa alasan. Mungkin blog ini bukan blog yang dibaca banyak orang. Tidak ada pernah ada yang sampai meminta apalagi merengek-rengek menanti tulisan saya. Paling banter, hanya pacar sendiri yang nanyain, “Kapan nulis?” Aku bersyukur, setidaknya masih ada orang yang menyukai apa yang aku kerjakan. Minimal pacar sendiri.

Tapi ya itu tadi, karena pembaca nggak banyak aku juga tidak memiliki beban untuk rajin mengisi. Tulisan disini benar-benar aku gunakan untuk ajang berekspresi dengan lebih panjang. Selain di Twitter tentu saja. Jadi pembenaran ini aku sampaikan kepada si blog itu sendiri. Bukan kepada pembaca. Aku pernah berjanji, akan lebih rajin mengisi tulisan baru. Tapi ya itu, janji tinggal janji. Apalagi janji kepada diri sendiri. Siapa peduli…

Lalu apa alasan yang siapkan? Tentu saja Gdubrak.com. Hahaha. Sialan. Pembenaran macam apa ini. Menulis di sana pun jarang. Baiklah, nggak apa-apa. Sesekali menjadikan apa yang kita kerjakan sebagai kambing hitam nggak masalah kan? Hahaha. Tapi sesungguhnya bukan itu yang membuat blog ini jarang terisi. Sebabnya sederhana saja: aku malas menulis dan berpikir.

Di bidang liputan yang aku jalani sekarang, lebih banyak berkutat pada angka-angka. Ini memusingkan sehingga membutuhkan konsentrasi lebih. Praktis, sebagian besar energiku aku habiskan di sana. Bersamaan dengan rutinitas Jakarta yang semakin menyebalkan. Dulu sempat menikmati yang namanya hiruk pikuk jalan raya. Tapi dengan rutinitas menjadikan kondisi itu terasa menyebalkan.

Sejak berangkat dari rumah sudah dilanda kemacetan. Aku harus pintar-pintar mengelola emosi agar tidak menghabiskan energi. Saat bekerja, tentu membutuhkan energi serupa. Saat pulang kerja, yang biasanya jam enam atau jam tujuh malam, kemacetan tersaji dimana-mana. Sampai di rumah, kondisi lelah secara fisik dan psikis menghampiri. Praktis tak ada kekuatan lagi untuk berpikir apalagi menulis.

Dulu aku sempat menikmati menulis di atas bus kota. Entah kenapa saat ini hal itu jarang aku lakukan lagi. Dulu sempat sesekali sambil membaca buku. Agak aneh memang. Tapi belakangan ini malah jarang kulakukan. Barangkali karena di bus kota atau Trans Jakarta aku jarang mendapatkan posisi enak untuk menulis. Semuanya serba berdesakan.

Akibatnya, saat pulang ke rumah sebagian besar waktu dihabiskan untuk berjelajah di linimasa. Berkicau tentang sesuatu yang tak penting. Buatku ini menghibur. Lumayan untuk meredakan ketegangan akibat pekerjaan dan lalu lintas Jakarta. Boleh jadi inilah alasan kenapa blog ini jarang terisi. Tapi satu postingan ini bisa jadi alasan atas kekalahan. Ya, tidak menulis adalah sebuah kekalahan sebab kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati.

Ini alasanku. Apa alasanmu?

Gambar dari sini

Iklan

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. AspirasiKu said, on Juni 9, 2012 at 4:27

    Untuk itulah, sebisa mungkin jangan mencari-cari alasan atau menyalahkan orang lain. kecenderunggnnya ialah kita sangat sering dan bahkan selalu menyalahkan orang lain atas nasib buruk yang menimpa kita.

  2. imadewira said, on Juni 11, 2012 at 4:27

    Ayo ngeblog lagi.. *sambil nunggu tulisan selanjutnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: