Agus Lenyot

Teman Seperjalanan

Posted in Senayan Punya Cerita by Wayan Agus Purnomo on Juni 17, 2012

Dalam kicauku di linimasa kemarin, aku sempat berucap: Jodoh itu bukan kita akan jadi pacar atau pasangan hidup. Jodoh itu adalah soal pertemuan di suatu ketika nanti.

Karena dibatasi karakter, mungkin tidak semua paham maksud kicauanku itu. Sebenarnya, aku ingin mengatakan, ketika kita berjodoh, bukan berarti kita harus menjadi pacar atau pasangan hidup. Tetapi buatku jodoh lebih dari itu. Mungkin bisa menjadi kenangan, teman, sahabat atau bahkan bermusuhan. Jodoh juga menurutku selain hari ini, apakah kita akan berjumpa di suatu ketika nanti. Entah dimana dan dalam situasi apa.

Pikiran soal jodoh ini aku tulis saat menunggu pesawat terbang ke Jakarta di Balikpapan. Entah kenapa, aku merasa dekat dengan pulau ini. Dulu, ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di bandara ini, hampir empat tahun yang lalu, aku sudah merasa, suatu ketika aku akan kembali ke pulau ini. Datang dan menaklukkannya. Hari ini, aku cuma datang tetapi belum menjelajahi seutuhnya. Aku hanya sekadar datang, belum menetap lalu melambaikan tangan perpisahan. Tapi aku tetap merasa berjodoh dengan pulau ini.

Jodoh, sekali lagi bukan soal tentang orang yang kita sayangi tapi seringkali membuat patah hati. Jodoh itu adalah teman seperjalanan.

Aku menyenangi perjalanan. Lalu apa teman yang setia dari sebuah perjalanan? Musik dan kata-kata. Tiga kombinasi ini, bagiku adalah teman yang tidak hanya bisa saling menggantikan tetapi juga saling melengkapi. Di twitter dan blog, aku menulis bio seperti ini: penikmat musik, perjalanan dan kata-kata. Kenikmatan perjalanan adalah kenikmatan bercerita.

Jodoh itu, seperti yang aku bilang bukan melulu berbicara soal cinta. Tidak. Jodoh itu adalah soal teman dan kenyamanan. Karena itulah, teman seperjalanan itu adalah perjalanan menemukan kenyamanan. Perjalanan yang menerbitkan harapan. Apalagi aku termasuk orang yang gemar berbicara dan bertanya. Terkadang pada suatu hal yang tidak penting. Tetapi ketika harus berada pada posisi mendengarkan, mari kita dengarkan ceritamu kawan.

Dalam perjalanan pulang ke kampung, sebuah desa di ujung barat pulau Bali, kesendirian juga kerap menghampiri. Perjalanan dengan bus tua yang selalu menimbulkan nostalgia. Suatu ketika, datanglah seseorang yang menemani. Dia menjadi teman yang menyenangkan. Berbincang tentang apa saja. Tiga berlalu, tanpa terasa. Itulah teman seperjalanan.

Sialnya, aku kerap berada pada sendirian di dalam perjalanan. Terutama saat naik pesawat terbang ke Bali. Di pesawat, aku jarang tidur. Lebih sering tegang sehingga mata juga nggak mau terpejam. Jadilah, aku sering merasa tersiksa ketika sendirian di atas pesawat. Pernah suatu kali menemukan teman bercerita di pesawat, tetapi pada menit kelima perbincangan sudah terasa membosankan. Daripada berbincang dengan orang seperti ini, lebih kita pura-pura tidur atau menyibukkan diri.

Perjalanan dalam kesendirian memang tidak hanya cukup ditemani musik dan kata-kata. Butuh seorang teman yang bisa diajak berbincang. Teman seperjalanan yang menyenangkan. Jika kamu tidak bosan berbincang sejak pesawat lepas landas hingga mendarat di landasan, itulah teman seperjalanan yang menyenangkan.

Jodoh, seperti yang aku bilang bukan melulu soal hubungan asmara. Dia adalah soal pertemanan. Dia adalah soal rentang usia dan pertemuan di suatu ketika pada tempat yang berbeda. Dia adalah soal perjumpaan dan perpisahan. Dia adalah tangis dan keceriaan yang tidak bisa dibedakan. Dia adalah tentang kerinduan yang berusaha menemukan kenyataan. Dia adalah pertanyaan-pertanyaan yang mencari jawaban. Dia adalah sebuah pencarian yang tak menemukan ujung jalan. Dia adalah teman.

Mungkin. Apakah kamu merasakan hal yang sama di sana? Suatu ketika kita akan berjumpa lagi. Di sana.

Iklan
Tagged with:

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Lafi Munira said, on Juli 5, 2012 at 4:27

    Reblogged this on aku dan bintang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: