Agus Lenyot

Akhir Dagelan Dewan dan Menteri Dahlan

Posted in Kontemplasi by Wayan Agus Purnomo on Desember 7, 2012

Pada akhirnya kita tahum apa yang dikatakan Dahlan Iskan cuma lelucon konyol. Dewan bersorak dan penonton bubar jalan.

Hawa dingin kawasan Cikopo, Puncak, Jawa Barat tak mampu mengusir dingin ruang sidang utama Wisma DPR. Perdebatan berlangsung alot. Sajian ikan bakar sebelumnya, tak mampu menurunkan tensi sidang. Beberapa kali suara anggota Dewan meninggi. Aku diminta datang ke sana untuk meliput bagaimana situasi di sana. Apakah ada perdebatan dan sebagainya. Prajurit yang baik pantang menolak perintah.

Sidang Badan Kehormatan sedianya digelar selepas maghrib. Sejam selepas azan, belum semua anggota BK sampai di Cikopo. Ketua BK Prakosa datang beberapa saat setelah azan maghrib berkumandang. Kehadiran Prakosa kemudian disusul Wakil Ketua BK Abdul Wahab Dalimunthe tak lama berselang. Berkali-kali dia mengambil telepon seluler dan memastikan posisi koleganya. Aman, semua sedang menuju Puncak. “Beberapa anggota beralasan terjebak macet di Jakarta dan Bogor,” kata dia. Rapat siap digelar.

Rapat inilah menjadi babak akhir cerita dugaan pemerasan yang dilaporkan Menteri Badan Usaha Milik Negara. Dahlan Iskan melaporkan ada sejumlah anggota Dewan yang mencoba memeras perusahaan plat merah, tempat dia menjadi panglima. Tak tanggung-tanggung, Dahlan bahkan sesumbar sudah mengantongi 10 nama anggota Dewan pemeras.

Sontak, ucapan Dahlan langsung menjadi polemik. Anggota Dewan, terutama yang merasa berhubungan perusahaan BUMN balik menyerang. Tak ingin kegaduhan menjadi-jadi, Badan Kehormatan mengambil alih kasus ini. Dahlan Iskan dipanggil. Selain memberikan keterangan langsung, Dahlan juga menyampaikan keterangan melalui surat. BK juga memeriksa sejumlah bekas dan direksi BUMN yang masih menjabat seperti PT PAL, PT Garam dan PT Merpati.Selain memeriksa pemerintah, BK juga memeriksa sejumlah anggota Dewan. Aku tidak perlu sebut namanya.

Laporan ini menjadi babak baru hubungan Dahlan dengan Parlemen yang memang tidak pernah harmonis. Dan Badan Kehormatan bertindak sebagai hakim. Setelah memanggil nama-nama yang tersangkut dan mengkonfrontasi mereka dalam satu pertemuan, BK akhirnya memutuskan untuk mengambil keputusan akhir.

Tempat sidang sengaja dipilih di luar gedung Dewan di Senayan. Alasannya, agar tidak ada intervensi terhadap keputusan BK. Penjagaan di Wisma DPR Cikopo sangat ketat. Penjagaan sangat ketat. Aku tidak diperkenankan masuk ke lokasi pertemuan. Jadilah aku menahan dingin di luar Wisma sembari menikmati semangkuk bakso. Puji Tuhan ada tukang bakso lewat.

Di ruang sidang utama Wisma DPR, perdebatan berlangsung panas. Berlangsung sejak pukul 20.00 WIB, rapat baru selesai saat hari sudah berganti. Sumber saya di BK bercerita, ada satu anggota BK yang begitu getol membela kolega sefraksinya agar tidak dijatuhi hukuman etika. Politikus ini tidak ingin kolega mendapatkan sanksi etik dari Badan Kehormatan meskipun sudah ada indikasi pelanggaran etika. Awalnya politikus ini disebut sebagai pahlawan, belakangan dia justru menjadi salah satu yang diindikasi kuat melanggar etika.

BK akhirnya menyatakan empat anggota terbukti melanggar etika. Tapi kategori yang dilanggar sifatnya sedang dan ringan. Tidak ada yang terbukti memeras. Sanksi paling berat untuk kategori ini hanya diberhentikan dari pimpinan komisi. Tidak ada pemecatan. Selain memutus anggota bersalah melanggar etika, Badan Kehormatan juga meminta pimpinan DPR mengirimkan surat kepada Presiden SBY. Presiden SBY diminta menegur Dahlan agar lebih berhati-hati berbicara kepada publik apalagi untuk tudingan yang tidak memiliki data yang jelas.

Aku kecewa pada putusan ini meskipun tidak bisa menyalahkan BK sepenuhnya. Dahlan yang diharapkan membawa bukti, atau minimal petunjuk ternyata datang dengan tangan hampa. Peluru kosong. Jauh dari koar-koar selama ini. Kita juga tidak tahu bagaimana apakah aksi bersih-bersih Dahlan akan berlanjut atau cuma sekadar pencitraan. Yang pasti, kita sebagai penonton disuguhi cerita yang gagal klimaks. Happy ending bagi keduanya.

Begitulah hiruk pikuk Dahlan dan Senayan akhirnya berakhir. Seharusnya kita terlalu berharap pada dagelan Dahlan dan Dewan, ya kan?

Gambar diambil dari sini

Iklan

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. madewirautama said, on Desember 10, 2012 at 4:27

    Waduh, berarti DI bohong nih? atau bagaimana?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: