Agus Lenyot

Panas Adem Partai NasDem

Posted in Senayan Punya Cerita by Wayan Agus Purnomo on Januari 28, 2013

ditinggal-hary-tanoe-nasdem-terancam-rontok-di-pemilu

Tidak ada penanda apapun pada gedung tua di Jalan Diponegoro 29 Jakarta Pusat itu. Sebagian dinding gedung berbentuk oval dua lantai itu kusam, kotor dan berlumut. Sejumlah komputer diletakkan sekenanya, tak jauh dari meja pingpong. Di halaman belakang, sebagian rumput dan tanaman liar tampak belum lama dipangkas. Gedung di kawasan elit ini sebelumnya merupakan Museum Adam Malik. Museum bangkrut lalu dibeli oleh Harry Tanoesoedibjo, bos Grup Media Nusantara Citra.

“Di sinilah gerakan perubahan baru akan kami mulai,” kata bekas Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat, Ahmad Rofiq kepada Tempo, Rabu, 23 Januari 2012 lalu. Wajahnya terlihat lelah. Rofiq menjelaskan, gedung ini menjadi sentra NasDem saat menjalani verifikas. Tetek bengek kebutuhan partai disiapkan di sini.

Senin lalu, dia baru saja mengambil langkah besar: mundur dari NasDem. Setelah ini, disokong oleh Harry Tanoe tentu saja, dia sedang merumuskan langkah politik baru. “Bentuknya ormas, tetapi namanya belum ketemu.” Rofiq mengaku didukung oleh sejumlah anak muda yang penuh idealisme.

Di gedung ini pula, Harry Tanoe cs menyampaikan pengunduran diri dari Partai NasDem. Disiarkan secara langsung di televisi miliknya, peristiwa ini merupakan puncak dari konflik panjang di tubuh partai ini. Harry, bersama tiga pengurus lain yaitu Ahmad Rofiq, Wakil Sekretaris Jenderal Saiful Haq dan Ketua Bidang Internal Endang Tirtana resmi mundur dari partai. “Seminggu ini saya nyaris tidak bisa tidur dan makan,” kata Rofiq atas keputusan ini.

Tidak mudah bagi Rofiq mundur dari partai yang sudah dia besarkan itu. Dia terlibat sejak awal pendirian organisasi masyarakat Nasional Demokrat bersama sang panggagas Surya Paloh, bos Media Grup. Dengan mengusung jargon “Gerakan Perubahan” dan “Restorasi Indonesia”, ormas NasDem resmi lahir pada 1 Februari 2010.

Rupanya, NasDem tidak ingin berhenti sebagai ormas. Penggagasnya merasa tidak mampu mengubah kondisi bangsa dengan model ini. Sejumlah penggagas mengusulkan NasDem wajib bermetamarfosis menjadi partai politik. Usul ini menyulut gejolak di internal NasDem. Seorang inisiator, Sri Sultan Hamengkubuwono X memilih mundur. “Saya bersama Rio Capella pernah disidang kok atas gagasan ini,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Sugeng Suparwoto mengenang, deklarator NasDem menyiapkan tiga pilihan. Pertama, melebur dengan partai politik yang ada. Kedua, tetap berbentuk ormas tetapi menyalurkan kadernya ke partai politik. Pilihan ketiga, mengubah ormas menjadi partai politik. “Kami memilih opsi terakhir,” kata Sugeng. Partai NasDem resmi terbentuk pada 26 Juli 2011.

Setelah keputusan ini, Surya Paloh mengamanatkan tiga orang mengawal partai baru ini. Tiga orang itu adalah Patrice Rio Capella sebagai Ketua Umum, Sugeng Suparwoto sebagai Wakil Ketua Umum dan Ahmad Rofiq selaku Sekretaris Jenderal. Targetnya, lolos verifikasi peserta pemilu. Sugeng mengemukakan, dana operasional partai disokong Surya Paloh. “Pokoknya, jangan sampai kami lapar dan dahaga,” kata Sugeng.

Di tengah perjalanan, 9 November 2011 Harry Tanoe secara resmi bergabung ke Partai NasDem. Tidak tanggung-tanggung, Harry langsung disodori jabatan sebagai Ketua Dewan Pakar. Lembaga ini semacam lembaga penasihat bagi kader partai. Harry menegaskan tidak pernah meminta jabatan kala merapat ke NasDem. “Posisi ini ditawarkan,” ucap Harry Tanoe.

Kehadiran Harry Tanoe pelan-pelan membuat NasDem meroket. Iklan NasDem kerap muncul di televisi miliknya. MNC Grup menaungi tiga televisi nasional yaitu RCTI, MNC TV dan Global TV. “Umumnya pengusaha menghindari dunia politik,” ucap Harry Tanoe dalam iklan NasDem. Surya Paloh juga rajin menyapa pemirsa lewat media miliknya, Metro TV dengan gagasan restorasi Indonesia. Pidatonya yang menggebu-gebu wara-wiri di layar kaca.

Gempuran udara membuat popularitas NasDem melamung. Lembaga Survei Indonesia pada November 2012 menempatkan keterkenalan NasDem di peringkat empat. NasDem hanya kalah dari Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Demokrat. Survei LSI menyebutkan, popularitas NasDem mencapai angka 5,9 persen di atas partai penghuni Senayan.

Rofiq menuturkan, kehadiran Harry Tanoe rupanya dianggap seperti pisau bermata dua oleh sebagian orang dekat Surya Paloh. Di satu sisi, Harry dianggap berjasa menaikkan popularitas NasDem. Di sisi berbeda, Harry dianggap berbahaya karena bisa menggeser pengaruh Surya Paloh. Rofiq menyatakan, gesekan ini pelan-pelan menggumpal seperti bara dalam sekam. “Konflik ini mulai terasa pertengahan 2012,” kata dia.

Rofiq menyebut lingkaran Surya Paloh berkeras mengisi posisi petinggi partai. Tetapi, All the Surya Paloh’s Men gagal menggoyahkan pengurus. Rofiq menyatakan, ‘orang-orang Surya Paloh’ sering membisiki bosnya dengan mengatakan, ‘Harry Tanoe adalah orang yang berbahaya’. Mereka meminta Surya Paloh segera memimpin partai. Padahal, Rofiq menuturkan, tidak seorang pun yang tidak menginginkan Surya Paloh menjadi ketua umum. “Tetapi silakan pakai cara yang benar,” ujarnya.

Sugeng menampik tudingan ini. Pengurus partai seharusnya tahu diri ihwal jabatan mereka. Posisi sekarang datang karena kontribusi Surya Paloh. Desain kepengurusan hanya disiapkan menghadapi verifikasi. Menurut Sugeng, partai perlu nakhoda tangguh menghadapi pemilu. Sugeng menunjuk Surya Paloh sebagai figur yang pantas. “Selayaknya ada keharusan etis mengembalikan amanah ini,” kata Sugeng.

Menurut Sugeng, Rofiq tidak ingin digeser dari jabatannya sebagai Sekjen. Sugeng menuding, Harry Tanoe melalui Rofiq, mengumpulkan 11 pengurus wilayah untuk mengkudeta NasDem. Pengurus daerah ini antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara dan Gorontalo.

Harry Tanoe, kata Sugeng, berambisi mengisi posisi Ketua Majelis Nasional. Lembaga ini merupakan lembaga tertinggi pemegang kendali kebijakan strategis partai. Di sini, Surya Paloh bertindak sebagai ketua, Harry Tanoe menjabat sebagai wakil ketua dan Jeffrie Geovanie menjadi sekretaris. Anggotanya adalah Rosano Barack, Patrice Rio Capella, Ahmad Rofiq, Sugeng Suparwoto, Jaffar Assegaf dan Ian Darmadi.

Menurut Sugeng, pengumpulan kader daerah ini membuat internal partai resah. Arus bawah ingin segera Surya Paloh memimpin dan mengubah struktur partai. Sedangkan Harry Tanoe dan Rofiq tetap ngotot bertahan. Tak hanya mengumpulkan pengurus daerah, Sugeng menuding Harry Tanoe juga memakai pakar politik. “Agar mereka bicara, partai ini akan mati muda jika dipimpin Surya Paloh,” kata dia.

Rofiq tidak membantah mengumpulkan 11 pengurus wilayah. Tetapi dia mengutarakan, pengumpulan ini karena ada indikasi, lingkaran Surya Paloh akan menggunakan cara-cara otoriter untuk menjadi ketua umum. Dia menuding, proses menjadikan Surya Paloh melabrak mekanisme organisasi. “Padahal partai ini organisasi modern,” kata dia.

Dihantam badai perpecahan, pengurus tetap bekerja keras mengikuti verifikasi di Komisi Pemilihan Umum. Partai ini akhirnya menjadi satu-satunya partai non Senayan yang lolos sebagai peserta pemilu. Keberhasilan ini menguatkan tekad Harry Tanoe untuk mempertahankan kepengurusan. Pengurus dinilai sudah menunjukkan militansi dan dedikasi dalam verifikasi di Komisi Pemilihan Umum. “Biarkan pemuda yang memimpin gerakan perubahan di bawah supervisi senior,” kata dia.

Rupanya, perbedaan gagasan ini gagal menemukan titik temu. Surya Paloh tetap ngotot menjadi Ketua Umum, sedangkan Harry Tanoe kukuh dengan pendapatnya. Berbagai upaya mediasi diupayakan agar dua sentral partai ini bersepakat. Mediatornya adalah Rosano Barack. Rosano merupakan Komisaris Utama Grup MNC, perusahaan Harry Tanoe. Di sisi lain, Rosano juga merupakan adik ipar Surya Paloh. Kakak Rosano, Rosita Barack merupakan istri Surya Paloh. Seorang pengurus menyebutkan, dialah membawa Harry Tanoe ke NasDem. Rosano dinilai sebagai jembatan ideal antara Surya Paloh dan Harry Tanoe.

Sejumlah pertemuan digelar tapi tetap tidak kunjung menemukan kata sepakat. Rabu pekan lalu, pertemuan kembali di gelar di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Opsi mengerucut, Harry Tanoe bersepakat Surya Paloh menjadi ketua umum asalkan Ketua Majelis Nasional bukan orang yang sama. Surya Paloh lalu menyodorkan nama Ian Darmadi. Harry Tanoe menolak. Menengahi perdebatan ini, Rosano menyodorkan nama Harry Tanoe di posisi itu. Kali ini Surya Paloh yang menolak. Perdebatan alot kembali terjadi.

Rupanya inilah pertemuan terakhir Surya Paloh dan Harry Tanoe di NasDem. Digelar pukul 21.00 WIB, pertemuan itu gagal menemukan titik temu. Ketiganya pulang tepat tengah malam setelah tiga jam berdebat tanpa hasil. “Sejak itu Pak Surya dan Pak Harry tidak berkomunikasi lagi,” kata Rofiq. Perseteruan ini akhirnya ditutup dengan pengunduran diri Harry Tanoe, Senin pekan lalu.

Sumber Tempo di internal NasDem menyebutkan, awalnya Surya Paloh tidak yakin Harry akan mundur dari partai. Menurut sumber ini, Harry sudah mengeluarkan uang banyak untuk mendanai partai. Sejak Harry masuk, dialah yang menjadi tulang punggung keuangan partai. “Pak Surya kaget Harry Tanoe berani mengambil keputusan ini,” kata dia.

Surya Paloh membantah mundurnya Harry Tanoe akan berpengaruh pada finansial partai. Untuk membesarkan partai memang diperlukan logistik dan iklan politik. Tetapi, kata dia, kepergian Harry tidak berdampak signifikan terhadap perjalanan NasDem. “Pengaruhnya kecil-sekecilnya,” ujarnya.

Anggota Dewan Pembina Partai NasDem Endriartono Sutarto tak menampik hilangnya salah satu penopang dana operasional partai. Tarto, panggilan akrabnya, menyatakan kekuatan finansial bukan satu-satunya penyokong organisasi partai. “Tetapi kami membutuhkan jam terbang Surya Paloh agar menang pemilu,” kata eks Panglima TNI ini.

Menurut Tarto, langkah Rofiq cs awalnya akan diikuti oleh sejumlah pengurus daerah. Namun, gejolak ini bisa diredam sehingga mereka batal mengundurkan diri. Hanya dua pengurus daerah yang akhirnya mengundurkan diri yaitu Jawa Barat dan DKI Jakarta. Setelah ini, kata Tarto, pengurus akan berkonsentrasi menghadapi penyelenggaraan pemilu. “Kami harus segera bersiap,” kata dia.

Hingar bingar pengunduran diri Harry Tanoe cs tampaknya akan segera senyap. Surya Paloh akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum sedangkan Patrice Rio Capella ditampuk menjadi Sekretaris Jenderal. Suhu di internal NasDem sepertinya kembali adem.

Foto diambil dari merdeka.com

Iklan

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cahya said, on Januari 29, 2013 at 4:27

    Ah, politik… ujung-ujungnya penuh kerumitan juga.

  2. imadewira said, on Januari 30, 2013 at 4:27

    Jadi intinya rebutan kekuasaan juga ya?

  3. Jefry said, on Maret 1, 2013 at 4:27

    belum apa2 dalam partai nasdem sudah terjadi konflik ya, sangat disayangkan dan bila berlarut2 masyarakat bisa sanksi atas kinerjanya nanti bila terpilih sebab dalam rumah tangganya terjadi masalah pasti akan menurunkan kinerjanya
    nice share


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: