Agus Lenyot

Pulang…

Posted in Kontemplasi by Wayan Agus Purnomo on Februari 27, 2013

Ini adalah kepulanganku yang kedua sejak aku menetap di Jakarta. Sudah setahun lebih aku tidak pulang. Terakhir aku ke Moding, ya setahun yang lalu untuk upacara potong gigi, akhir Januari 2012. Setelahnya, kalau ke Bali aku cuma nyampe Denpasar. Pas launching Gdubrak.com dan wisuda Kadek Doi. Aku tidak sempat mampir ke Moding. Maklum, kampungku masih 100 kilometer dari Denpasar, butuh waktu hingga 3 jam perjalanan ke sana.

Kangen? Tentu saja. Padahal kupikir aku sebenarnya sudah punya perasaan sentimentil terhadap rumah. Tapi tetap saja selalu ada rasa yang susah diungkapkan. Melebihi senang. Tapi tidak meledak-ledak. Sedih? Ada juga. Siapa sih yang tidak sedih setahun lebih tidak ketemu keluarga, orang yang menyaksikan kita tumbuh dan berkembang. Pokoknya perasaan pulang atau ‘mulih keumah’ memang susah diungkapkan. Barangkali ini semacam perasaan mayoritas masyarakat kita yang memang punya tradisi ‘mulih’ alias ‘pulang’.

Sebenarnya kalau kangen sih masih bisa dipendam. Ada alasan lain aku mesti pulang ke Moding. Yaitu mengurus KTP dan SIM yang masa sudah habis masa berlakunya sejak November tahun lalu. Rasanya agak waswas juga hidup di Jakarta tanpa kelengkapan administrasi. Daripada cilaka, lebih baik segera diperpanjang.

Jadi rasanya cukup alasan bagi kantor untuk meminta cuti agak panjang. Makanya aku sudah merencanakan kepulangan ini sejak jauh-jauh hari. Sengaja aku mencari tiket murah, sesuai dengan isi kantong. Kerja jauh dari rumah pulang mesti bawa tabungan dong *nyengir*.

Permintaan cuti dan libur juga sudah kusampaikan ke redaktur. Keluarga di rumah juga sudah kukasih tahu. Pacar juga sih *ini yang penting*. Perencanaan akan kemana sudah kuperhitungkan sejak jauh hari. Agar tidak ada waktu yang terbuang percuma. Makanya, kepulangan ini menjadi sangat spesial. Spesial tujuan, spesial waktu dan spesial maknanya.

Sebenarnya orang di rumah bertanya, “Kok aku nggak pulang pas Galungan atau Nyepi?” Aku punya alasan. Pertama tidak ada tiket murah yang sesuai dengan tanggal hari raya. Kedua, aku bahkan lupa kapan hari raya. Hehehe. Aku sengaja mengambil cuti karena memang aku tidak tahu lagi kapan akan cuti panjang. Natal sudah milik rekan yang Nasrani. Lebaran juga tidak karena pasti rekan kantor yang Muslim akan memakainya. Daripada tidak dipakai, ya aku pakai yang sesuai waktu dan kantong.

Selain itu, hari besar Hindu aku juga sudah tidak merayakan. Hari Galungan aku nggak sembahyang. Kuningan apalagi. Siwaratri aku malah sudah lupa kapan. Nyepi tahun kemarin malah senang-senang di Puncak. Keluarga sih sudah bilang kalau aku murtad. Tapi toh mereka nggak pernah memaksaku sembahyang. Mereka cuma mengingatkan dan aku selalu mengiyakan meskipun prakteknya berbanding terbalik.

Tapi sudahlah, yang pasti aku akan menikmati kepulangan ini. Selamat tinggal hiruk pikuk politik…

Iklan
Tagged with:

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Patio MKom said, on Maret 8, 2013 at 4:27

    Mas tanya obat pemecah batu saluran kemih, yang pernah diberikan oleh dokter. terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: