Agus Lenyot

Jangan Nonton Batman v Superman Sebelum Baca Ini!

Posted in Buku, Film dan Lagu by Wayan Agus Purnomo on Maret 26, 2016

batman-v-superman

Ekspektasi berlebihan menimbulkan kekecewaan. Film ini menyumbang salah satunya.

Bruce Wayne (Ben Affleck) memacu mobilnya dengan lihai, meliak-liuk di sela jalanan Kota Gotham yang terimbas perang. Nun jauh di udara sana Superman (Henry Cavil) dan Jenderal Zod sedang berkelahi dengan amat hebat. Pertarungan ini merupakan lanjutan film Man of Steel.

Perkelahian ini memakan banyak korban. Seorang karyawannya gagal terselamatkan meskipun sempat dia telepon. Kemudian seorang laki-laki kehilangan dua kakinya meskipun juga sempat ditolong. Yang paling heroik, Wayne menyelamatkan seorang gadis kecil dari reruntuhan bangunan. Pertarungan Superman vs Zod menghancurkan Wayne Enterprise, simbol kekayaan keluarganya. (more…)

Iklan

The Sixth Sense Review: Drama Psikologi yang Mengejutkan

Posted in Buku, Film dan Lagu by Wayan Agus Purnomo on Februari 22, 2016
Cole dan Malcolm

Cole dan Malcolm

Film thriler psikologis, dialog yang intens dan mendalam serta gagasan yang eksekusi dengan brilian. Diakhiri dengan kejutan yang menakjubkan.

Cole Sear (Haley Joel Osment), 8 tahun, adalah bocah yang menderita. Kemampuannya melihat sesuatu yang gaib, membuat hidupnya tersiksa. Berkali-kali sang bocah, yang tinggal dengan ibunya Lynn Sear (Toni Collette), didatangi arwah penasaran. Datang kapanpun mereka mau tanpa bisa Cole hindari. Lynn pun frustasi menghadapi kelakuan sang putra semata wayang.

Selanjutnya kita tahu, ada hantu gentayangan yang menakut-nakuti seorang anak kecil. Kelakuan para arwah ini menakutkan Cole. Dia menciptakan benteng berkain merah, di dalam kamarnya. Akibatnya bocah cerdas ini menjadi introvert, digelayuti ketakutan setiap saat, dan penyendiri. Seorang bocah aneh yang sepanjang harinya berwajah muram. Modal yang cukup untuk menjadi film horor. (more…)

Memanjakan Minat Baca di Ibukota

Posted in Buku, Film dan Lagu by Wayan Agus Purnomo on Desember 4, 2012

perpustakaan freedom

Jakarta tak hanya pusat belanja dengan segala hingar bingarnya. Mari kita sejenak mengasingkan diri menuju keheningan perpustakaan, wisata alternatif bagi mereka yang ada di ibukota.

Sekelompok anak muda asyik dengan keheningan masing-masing. Tumpukan buku dibiarkan berserakan di meja. Pandangan mereka berganti sesekali tertuju pada buku yang sedang dibaca. Tetapi sekali waktu ke layar monitor komputer jinjing yang menyala. Jemari mereka lincah menari di atas keybor. Ketukannya memecah keheningan siang itu.

Di sudut yang berbeda, sekelompok remaja terlihat berdiskusi dengan santai. Beberapa buku sastra terhampar di depan mereka. Tak melulu serius, sesekali senyum sumringah muncul dari sudut bibir mereka. Masing-masing dari mereka juga membawa komputer jinjing yang rupanya masih menyala.

Itulah sekilas pemandangan yang ditemui saat berkunjung ke perpustakaan Freedom Institute. (more…)

Dunia Berlari Begitu Cepat Episode 1

Posted in Buku, Film dan Lagu by Wayan Agus Purnomo on November 1, 2012

Entah mana yang benar. Apakah dunia yang berlari begitu cepat atau aku yang terlalu melangkah perlahan.

Beberapa waktu lalu, aku main ke Gramedia. Sejak di Jakarta, aku sengaja menghindari ke toko buku. Kadang, imanku tidak terlalu kuat ketika berhadapan dengan buku. Begitu melihat buku yang dirasa menarik, pasti akan langsung terbeli. Padahal dibaca pun belum tentu. Yang penting mengkoleksi dulu. Perkara akan dibaca, urusan belakangan. Jadilah toko buku adalah tempat yang sebisa kuhindari, apalagi kalau sudah tanggal tua.

Balik lagi soal ke Gramedia. Kebetulan rehat dari pekerjaan, aku menyempatkan ke Gramedia Matraman. Sebenarnya bukan menyempatkan sih. Saat mengantarkan pesanan pacar ke Rawamangun, ketika dia ikut lomba Duta Bahasa, aku harus lewat Matraman. Satu-satunya lokasi yang kuingat di Matraman adalah Gramedia. Entah setan apa yang membawa pikiranku ke sana. Tiba-tiba saja motorku sudah berbelok arah dan terparkir dengan cantiknya di depan Gramedia. Sempat ragu apakah akan mundur atau maju, aku akhirnya meneruskan langkah ke dalam toko. Buat orang sepertiku, tempat ini adalah wujud surga dan neraka. Surga bagi naluri pembaca amatiran. Tetapi neraka buat kantongku yang memang selalu kembang kempis. (more…)

Dialog Kehidupan Dialog Dini Hari

Posted in Buku, Film dan Lagu by Wayan Agus Purnomo on Oktober 31, 2010

salah satu cover album Dialog Dini Hari. Foto diambil dari halaman Facebook Dialog Dini Hari

Biarkan penikmat yang memberi nama. Itu yang ingin dilakukan Dialog Dini Hari dengan album kedua mereka, sebuah album tanpa nama.

Album ini berisi enam lagu, lima lagu baru yakni Aku Dimana, Nyanyian Langit, Menutup Tirai, Lirih Penyair Murung dan Manuskrip Telaga. Sementara satu single, Aku Adalah Kamu, sudah sempat dirilis sebelumnya.

Album ini, seperti diakui oleh Dadang SH Pranoto (biduan dan gitaris), Brozio Orah (bassis) dan Denny Surya (drummer) adalah pergulatan intelektual dalam bermusik, realita kehidupan dan spiritual. Berbeda dengan album pertama mereka, Beranda Taman Hati yang bahasanya meskipun puitis tetapi gampang dicerna, album ini memerlukan interpretasi dan renungan agak mendalam jika ingin memaknainya. Namun, tema yang diangkat masih tetap sama: kehidupan. Hanya saja, album ini memiliki perspektif yang lebih luas. (more…)

Tagged with:

Penjelajahan Gitar Balawan

Posted in Buku, Film dan Lagu by Wayan Agus Purnomo on Juli 8, 2010

Dengan gitar, Wayan Balawan tidak hanya menghibur tapi mengajak penonton meresapi musik. Bersama Batuan Ethnic Fusion, dia mengajarkan demokrasi berkesenian.

Bisa jadi Balawan miris melihat seniman tradisional terpinggirkan oleh musik modern. Diangkut dengan truk, dibayar dengan murah atau bahkan tidak bisa menikmati kesejahteraan karena berkesenian. “Karena itu saya mengajak seluruh personel duduk sejajar di panggung ini,” kata Balawan yang disambut tepuk tangan meriah.

Menurut dia, biar tidak hanya pemain gitar atau pemain bas saja yang menari-nari di atas panggung. Pemain lain juga harus mendapat kesempatan sama. Dinikmati dengan indah oleh penonton. (more…)

Tagged with: ,

yes, my name is khan and i’m not a terrorist

Posted in Buku, Film dan Lagu by Wayan Agus Purnomo on Mei 26, 2010

mengutip rizva khan, “dulu barat menggunakan bc dan ad dalam periodisasi waktu. kini ada satu lagi; 9/11.” begitu kira-kiran ucapannya. yap, ide film ini sederhana. bagaimana pandangan barat terhadap islam pasca peristiwa 9/11 (agak mirip dengan kemunculan ajeg bali dan sentimen terhadap pendatang pasca bom bali pertama). (more…)

Tagged with: ,
%d blogger menyukai ini: