Agus Lenyot

Menukar Sepatu yang Sudah Dibeli

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Januari 1, 2014
Ini sepatu barunya.

Ini sepatu barunya.

Siapa tahu ada yang punya masalah kayak aku. Ceritanya begini: 29 Desember 2013 lalu saat membeli bungkus kado untuk hadiah adik-adik, tak sengaja menemukan diskonan sepatu di Sport Station Gramedia Matraman. Karena memang pengen beli sepatu, plus ada sedikit uang lebih, harganya sesuai dan modelnya cocok, ya sudah tengok-tengok saja dulu. Nggak ada salahnya menyenangkan diri sendiri dengan membeli barang baru, pikirku.

Setelah menimang model, besaran diskon dan ukuran, aku sempat bimbang memilih antara dua model. Tapi setelah berdiskusi dengan Kadek Doi, aku akhirnya memilih satu sneakers bernomor 43. Saat dicoba, sebenarnya ukuran sepatu itu pas di kaki. Kepada mas-mas penjaga toko, aku bilang deal untuk ukuran 43. Sebenarnya tak ada yang aneh sampai saat itu kecuali, aku sempat berpikir kok tumben beli lebih gede satu nomor dari biasanya. (more…)

Iklan

Cinta tapi Beda Agama

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Juli 21, 2013

Puisi_5_4

Seperti kata Sudjiwo Tedjo, kita bisa merencanakan menikah dengan seseorang. Tapi kita tidak bisa merencanakan jatuh cinta kepada siapa.

Bunga Kering Perpisahan. Ini cerita tentang dua anak manusia. Albert namanya. Anak pendeta. Humanis. Tak pasrah buta pada satu agama. Yang kedua, Dewi namanya. Cantik. Taat beragama, patuh pada orang tua.

Mereka dipertemukan asmara. Cinta mereka baik-baik saja. Sampai suatu ketika mereka bertemu dengan sekat maya yang tak pernah kita lihat rupanya: agama. Di luar sana, sekat senada meski tak sama juga ada. Di Bali kita menyebutnya kasta. Jika agama horizontal, kasta relasi atas bawah. Ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan yang lain. Persoalan jatuh cinta yang tersekat agama, juga kasta tak cuma urusan Albert dan Dewi semata. Ada banyak dari mereka yang sedang dirundung masalah serupa. (more…)

Selamat Ulang Tahun, Kadek Doi!

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Agustus 29, 2012

Eh, ini sekaligus hadiah ulang tahun aja ya….

Sebuah cerita tentang kita, jarak yang membentang dan waktu yang terentang.

“Perempuan berasal dari Venus dan laki-laki berasal dari Mars. Keduanya lalu memutuskan terbang ke bumi,” tulis John Gray. Awalnya memang menyenangkan dan segalanya terasa menakjubkan. Hubungan dua anak manusia yang berbeda selalu mempesona. Sampai suatu ketika, kata John Gray, mereka mengalami mimpi yang aneh. Mungkin karena atmosfer bumi, Gray berasumsi.

Aku tidak tahu apa yang dibayangkan Gray sebenarnya tentang hubungan dua anak manusia. Barangkali, hipotesis ini lahir dari pemikiran sederhana. Tetapi hubungan perempuan dan laki-laki, apalagi dalam wilayah asmara, tidak sesederhana yang kita kira.

Hingga suatu ketika saat bangun pagi, perempuan dan laki-laki menyadari satu hal: mereka kehilangan memori tentang siapa dan darimana mereka berasal. “Sejak itulah konflik terus terjadi antara perempuan dan laki-laki,” kata Gray. (more…)

Tips LDR di Dunia Maya

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Februari 13, 2012

Jarak itu bukan hanya angka. Jarak itu soal rasa, juga asa.

Tulisan ini agak berbau curhat. Aku ingin mengatakan, kita beruntung lahir di tengah hiruk pikuk teknologi. Hidup di tengah gempuran internet dan teknologi komunikasi dari segala lini. Kita mesti bersyukur, hanya bermodalkan uang satu juta, teknologi di tangan dan dunia dalam genggaman. Dunia seakan-akan dikendalikan oleh jempol tangan. Kita dimudahkan dalam segala hal. Jarak seolah-olah bukan masalah serius di ranah dunia maya.

Saat ini aku menjalani hubungan jarak jauh. Bahasa unyunya, long distance relationship alias LDR. Sudah mendekati angka setengah tahun. Kebetulan aku diterima bekerja di sebuah media di Jakarta. Sementara pacarku masih menyelesaikan kuliah di sebuah universitas di Bali. Ada jarak sekitar 1000 kilometer yang terbentang di antara kami. Masing-masing memerlukan 500 ribu langkah harus ditempuh jika kami ingin bertemu di tengah-tengah. (more…)

Pacaran dan Perbedaan Itu

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Februari 4, 2012

Kita berada di titik yang berlawanan dan mencoba bertemu di tengah-tengah.

Seorang kawan lama datang bercerita. Dia berkata begini: sepemahamanku, kebanyakan perempuan ketika bertemu laki-laki, sejak sepuluh menit pertama dia sudah tahu laki-laki itu akan jadi pacarnya atau tidak.

Kawan ini perempuan. Seperti kaum ini pada umumnya, dia misterius. Susah ditebak. Tentu saja ini pandangan laki-laki. Isi kepala perempuan susah diketahui. Sampai dia mengatakannya. Sedihnya, apa yang dikatakan belum tentu terucap dengan kejujuran yang sempurna. (more…)

Dua Tahun Penuh Cerita

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Januari 4, 2012

Awalnya hanya sebuah kata. Lalu berakhir dengan cerita.

Dua tahun memang bukan waktu yang panjang. Selama dua tahun ini terlalu banyak hal terjadi. Mungkin juga banyak yang terlupa. Terlewat karena hari yang selalu beranjak dengan tergesa. Bergegas karena tak pernah mau menunggu.

Lucunya, mata kita tak pernah bertatap setiap hari ini. Ujian? Bisa jadi iya. Kemungkinan? Itulah yang sebenarnya. Aku ingin mengutip EndahnRhesa: meskipun berjauhan, kita sebenarnya sedang menatap bulan yang sama. Dengarkan lagu, Wish You Were Here. Kita berjumpa di sana dan mendendangkan lagu yang sama. (more…)

Tagged with:

Kenapa Pacaran Harus Saling Mengekang?

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Januari 3, 2012

Aku justru ingin menyatakan sebaliknya: pacaran seharusnya saling membebaskan.

Kenapa? Bagiku, ini karena hubungan akan terbentur pada dua kemungkinan. Pertama, karena ada kemungkinan akan putus. Kedua, karena akan langgeng terus dan berlanjut ke jenjang lebih serius.

Adalah lucu buatku jika pacaran harus diikuti segala macam larangan terhadap pasangan. Larangannya macam-macam: tidak boleh bergaul, tidak boleh berkegiatan, atau tidak boleh berorganisasi. Prioritas waktu pertama, untuk pacar. Kedua untuk pacar. Ketiga buat pacar. Beberapa kawan, setelah pacaran harus menghilang dari pergaulan karena ‘sibuk pacaran’. Lihat, ternyata pacaran itu menjadi semacam kesibukan. Lucu. (more…)

Tagged with:

Tips Pacaran Jarak Jauh

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on November 24, 2011

Hentikan percakapan sebelum ada pertengkaran…

Itu yang harus dilakukan saat ngobrol lewat telepon dengan pasangan. Segera tutup telepon saat pembicaraan mulai membosankan atau jeda antar topik terlalu lama. Jangan biarkan obrolan berakhir dengan tidak mengenakkan. Atau malah berujung pertengkaran.

Hubungan jarak jauh atau istilah unyunya Long Distance Relationship memang membutuhkan ketahanan mental tinggi. Siap diledek kapan saja dimana saja. Ada yang bilang, LDR itu pacaran pura-pura. Pacaran virtual. Alibi. Setengah jomblo. Tidak jelas. Nasibnya, terutama di malam minggu tak kalah tragis dengan kaum jomblo. Menjadi bahan ledekan.

Tetap harus diingat juga kebahagiaan itu tidak mesti selalu kita dapat dari pasangan. Atau hanya bersama pacar. Prinsip pacaran, bahagia bersama pacar tapi tetap nyaman ketika sendirian. Kalau membutuhkan pacar setiap saat, ya pacaran jauh menjadi mustahil. Sayang kan mesti putus kalau tiba-tiba pacar ketiban durian runtuh dapat beasiswa luar negeri? Ada teman yang selalu galau kalau tidak ketemu pacar. Postingan di jejaring sosial itu selalu keluhan tentang pacar. Aneh. Pertanyaanku, apa tidak punya kehidupan selain pacaran? (more…)

Tagged with: ,

Kita Berbicara tentang Pilihan

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on April 29, 2010

Apakah hidup itu pilihan? Pertanyaan ini mungkin bisa diperdebatkan. Tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Targantung dari kacamata siapa kita memandangnya. Mungkin kita tidak pernah diberi pilihan lain ketika kita lahir ke dunia. Tuhan hanya memberikan satu pilihan: kau harus lahir dan menjalani kehidupan. Tidak pernah mungkin Tuhan mendengar permintaanmu kalau kita ingin dilahirkan menjadi kaya, cantik, ganteng dan tanpa kekurangan sedikitpun. Pada titik inilah, kadang, banyak orang menyesal menjadi manusia. Menyesal lahir menjadi anak keluarga miskin. Menyesal kenapa harus lahir menjadi jelek. Dan menyesal kenapa harus lahir menjadi orang bodoh. Dan sederet penyesalan lain yang sesungguhnya menjadi sesuatu yang mustahil kita pinta pada Tuhan. (more…)

Tagged with: , ,

Bukan Tentang Dia, Mereka Atau Mantan Pacarmu

Posted in Kata-kata Kita by Wayan Agus Purnomo on Maret 22, 2009

Kamu tak sadar. Sejak kita pertama bersua, kamu sudah membekas di belahan otakku. Otak kananku. Karena aku ingin mengenangmu dalam waktu tak hingga. Saat kita bertemu di ruang tengah itu. Surya Jakarta berterik-terik siang itu. Keningku berpeluh tanpa jenuh. Tapi bukan karenamu, tentu. 22 Januari. Tanggal belum tersadar kalo kamu berarti. Kamu tertawa atas kekonyolanku. Kamu pasti tak sadar. Aku yakin seyakin-yakinnya. (more…)

Tagged with: , ,
%d blogger menyukai ini: